Wali Kota Lhokseumawe Dorong Kriya Sulam dan Anyam Naik Kelas

  • 31 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk kerajinan lokal. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Direktorat Kriya tersebut berlangsung di Hotel Diana, Kota Lhokseumawe, Senin 31 Agustus 2026,

Program yang mengusung semangat “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” itu merupakan bagian dari Program Ekraf Peduli yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif, khususnya perajin sulam dan anyaman. Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Neli Yana.

Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga 2 September 2026. Peserta terdiri atas 24 pelaku usaha bidang anyaman dan 28 peserta dari bidang sulam bordir. Melalui kegiatan ini, para pelaku kriya mendapatkan penguatan kapasitas yang mencakup peningkatan kualitas produk, inovasi desain, pengembangan nilai tambah, hingga perluasan akses pasar.

Wali Kota Lhokseumawe menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI yang telah memilih Kota Lhokseumawe sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program Ekraf Peduli.

Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan penting bagi para perajin lokal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar. Sayuti berharap pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku usaha kriya.

Ia juga mendorong para perajin agar terus berinovasi dengan mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas produk. Dengan dukungan pemerintah, peningkatan kapasitas, serta inovasi yang berkelanjutan, produk sulam dan anyaman asal Lhokseumawe diharapkan mampu memiliki nilai jual lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Kegiatan Akselerasi Produk Kriya ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Lhokseumawe, sehingga para pelaku usaha lokal mampu bangkit, berkembang dan semakin berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....