Ali Kuba Dorong Gas Andaman Diolah Aceh

  • 02 Jun 2026 20:35 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Gelombang dukungan terhadap perjuangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), agar gas raksasa Blok Andaman diolah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun terus menguat.

Kali ini, dukungan datang dari Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Aceh Utara, Ali Kuba, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang memperjuangkan agar gas dari Blok South Andaman diproses melalui fasilitas darat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe.

Menurut Ali Kuba, perjuangan tersebut bukan semata persoalan lokasi pengolahan gas, melainkan menyangkut masa depan ekonomi Aceh dan peluang kebangkitan industri energi yang pernah menjadikan Arun sebagai salah satu pusat energi terbesar di Indonesia.

“Ini adalah momentum penting bagi Aceh. Jangan sampai kekayaan alam yang kita miliki hanya lewat begitu saja tanpa memberikan dampak besar bagi masyarakat. Gas Andaman harus menjadi motor penggerak ekonomi Aceh,” ujar Ali Kuba, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai langkah Mualem menyurati Pemerintah Pusat dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap kepentingan rakyat Aceh. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan harapan masyarakat agar pengelolaan sumber daya alam mampu menciptakan nilai tambah di daerah.

Ali Kuba optimistis pengolahan gas di KEK Arun akan membuka ribuan peluang kerja baru, mengurangi angka pengangguran, mendorong pertumbuhan sektor jasa dan industri pendukung, serta memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, keberadaan proyek strategis tersebut diyakini dapat menarik investasi baru dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan Pantai Utara Aceh.

“Jika pengolahan dilakukan di Aceh, manfaat ekonominya akan dirasakan masyarakat. Lapangan kerja terbuka, investasi masuk, UMKM tumbuh, dan ekonomi daerah bergerak lebih cepat,” katanya.

Ali Kuba juga menegaskan bahwa KEK Arun merupakan lokasi yang paling tepat untuk pengembangan fasilitas penerimaan dan pengolahan gas Blok Andaman. Kawasan tersebut telah memiliki berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari fasilitas industri energi, pelabuhan, hingga pengalaman panjang dalam pengelolaan sektor migas.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi modal penting agar Aceh tidak perlu membangun semuanya dari awal dan dapat segera memanfaatkan potensi ekonomi yang dihasilkan dari Blok Andaman.

Dalam kesempatan itu, Ali Kuba turut mendorong Pemerintah Aceh untuk melibatkan praktisi migas asal Aceh, akademisi, cendekiawan, serta berbagai pihak yang memiliki kompetensi di sektor energi guna merumuskan strategi terbaik dalam pengelolaan Blok Andaman.

“Ini harus menjadi perjuangan bersama. Semua elemen Aceh perlu bersatu agar potensi besar ini benar-benar menjadi peluang emas bagi masa depan daerah,” tegasnya.

Dukungan dari berbagai kalangan terhadap perjuangan Mualem menunjukkan tingginya harapan masyarakat agar Aceh tidak lagi hanya menjadi daerah penghasil sumber daya alam, tetapi juga menjadi pusat pengolahan dan industri energi yang mampu menciptakan kemakmuran bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....