Inflasi Aceh April 2026 Naik 3,88 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Utama
- 04 Mei 2026 20:29 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada April 2026 sebesar 3,88 persen.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, Senin 4 Mei 2026, mengatakan inflasi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut tercatat memberikan andil inflasi tahunan terbesar yakni sebesar 1,59 persen dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.
Agus menjelaskan, beberapa komoditas utama yang mendorong inflasi tahunan antara lain beras sebesar 0,73 persen, emas perhiasan 0,56 persen, nasi dengan lauk 0,46 persen, sigaret kretek mesin (SKM) 0,23 persen, serta daging ayam ras 0,20 persen. S
elain secara tahunan, Aceh juga mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,23 persen pada April 2026 dibandingkan Maret 2026. Pada inflasi bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi sebesar 0,23 persen dan andil 0,09 persen.
Sejumlah komoditas yang mempengaruhi inflasi bulanan di antaranya ikan bandeng sebesar 0,09 persen, angkutan udara 0,09 persen, ikan tongkol 0,08 persen, bahan bakar rumah tangga 0,04 persen, serta ikan dencis 0,02 persen.
BPS mencatat terdapat lima daerah penghitungan inflasi di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Secara tahunan, seluruh wilayah tersebut mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 4,93 persen, sementara terendah di Meulaboh sebesar 3,14 persen.
Sementara itu, secara bulanan, inflasi terjadi di Aceh Tengah, Banda Aceh, dan Lhokseumawe, dengan inflasi tertinggi di Aceh Tengah mencapai 1,05 persen. Adapun deflasi terdalam terjadi di Aceh Tamiang sebesar 0,19 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....