Seribu Rekening Pelajar Perkuat Inklusi Keuangan dan Budaya Menabung di Bireuen
- 27 Agt 2026 16:00 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Bireuen - Sebanyak 1.000 pelajar di Kabupaten Bireuen memperoleh rekening tabungan dari Bank Aceh Syariah (BAS) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus menanamkan budaya menabung sejak usia sekolah.
Program tersebut menjadi bagian dari Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh dengan melibatkan sekitar 1.500 siswa Sekolah Rakyat dan sekolah umum di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bireuen, Gampong Beunyot, Kecamatan Juli. Penyerahan rekening dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST., bersama Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, serta pimpinan lembaga jasa keuangan.
Selain pembukaan akses rekening, sebanyak 1.000 siswa Sekolah Rakyat juga mendapatkan perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri dari Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan dan inklusi keuangan bagi pelajar.

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST., menyampaikan bahwa program Hari Indonesia Menabung harus dipandang sebagai gerakan untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat di kalangan generasi muda, bukan sekadar kegiatan tahunan.
Menurutnya, kepemilikan rekening sejak usia sekolah memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal layanan perbankan, mengelola uang, serta membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan masa depan.
“Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun kebiasaan mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bireuen mendukung penguatan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kebijakan afirmatif untuk memberikan kesempatan pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga yang membutuhkan dukungan.
Bupati menegaskan, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.
“Setiap anak di Kabupaten Bireuen memiliki martabat, potensi dan hak yang sama untuk belajar, bermimpi serta meraih masa depan. Tidak boleh ada satu pun anak yang merasa berkecil hati,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara OJK, perbankan, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan juga menunjukkan bahwa literasi dan inklusi keuangan dapat diterapkan di berbagai lingkungan pendidikan, baik sekolah umum maupun pesantren.
Melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)dan Simpanan Pelajar (SimPel), rekening yang dimiliki siswa tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan uang. Keberadaan rekening dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk menerima berbagai bentuk dukungan pendidikan, termasuk bantuan dan beasiswa, serta menjadi bagian dari pembelajaran pengelolaan keuangan sejak dini.
Bupati juga mengingatkan pelajar agar memahami risiko penggunaan layanan keuangan di tengah perkembangan teknologi digital. “Pelajari cara menjaga keamanan finansial digital,” pesannya kepada para siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....