Potensi Laut Aceh Belum Tergarap Optimal

  • 24 Jun 2026 22:00 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Potensi sektor kelautan di wilayah pesisir Lhokseumawe dan Aceh Utara dinilai masih sangat menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun hingga saat ini, pemanfaatannya dinilai belum dilakukan secara optimal dan masih didominasi oleh aktivitas penangkapan ikan tradisional.

Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe, Sugito Tassan, mengatakan sektor kelautan sejatinya memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir apabila dikelola secara lebih inovatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, selama ini hasil laut sebagian besar hanya ditangkap dan dipasarkan ke pasar tradisional tanpa adanya pengembangan industri hilir yang mampu memberikan nilai tambah bagi nelayan maupun masyarakat sekitar.

“Sektor kelautan di pesisir Lhokseumawe dan Aceh Utara masih sangat prospektif. Namun pemanfaatannya belum menyentuh seluruh potensi yang ada. Laut kita selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk penangkapan ikan, sementara pengembangan industrinya masih sangat terbatas,” ujar Sugito.

Ia menegaskan, perikanan tangkap hingga kini masih menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat pesisir. Dari hasil melaut itulah nelayan memenuhi kebutuhan hidup dan menggerakkan ekonomi keluarga. Meski demikian, kesejahteraan masyarakat pesisir dinilai masih jauh dari harapan karena belum adanya sistem yang mampu mengelola hasil tangkapan secara maksimal.

Sugito menilai salah satu solusi yang perlu segera diwujudkan adalah menghadirkan investasi di sektor hilir kelautan, seperti pembangunan pabrik pengalengan ikan, industri pengolahan hasil laut, serta pabrik pakan ikan di kawasan pesisir.

Menurutnya, keberadaan industri tersebut akan membantu menjaga stabilitas harga ikan saat hasil tangkapan melimpah. Selama ini nelayan justru sering mengalami kerugian ketika produksi ikan meningkat karena harga jual di tingkat pasar turun drastis.

“Ketika hasil tangkapan membludak, harga ikan justru anjlok. Akibatnya nelayan tidak bisa menikmati hasil kerja keras mereka secara maksimal. Karena itu industri pengolahan harus hadir agar hasil laut memiliki nilai tambah dan dapat diserap pasar lebih luas,” katanya.

Sugito berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Dengan dukungan investasi, infrastruktur, dan kebijakan yang tepat, sektor kelautan diyakini mampu menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

“Potensi laut kita sangat besar. Jika dikelola dengan baik dan didukung industri yang memadai, sektor ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir secara signifikan,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....