Profitabilitas Bank Syariah dalam Perspektif Ekonomi Digital

  • 10 Apr 2026 18:24 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pertanyaan mengenai apakah perbankan syariah masih menguntungkan menjadi topik hangat dalam siaran langsung di Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Jumat, 10 April 2026. Menghadirkan Muhammad Syafril Nasution, S.E., M.Si. sebagai pakar, acara ini mengupas tuntas rasio keuntungan dan keberlanjutan bisnis bank syariah. Presenter Yuna mengawali diskusi dengan mempertanyakan stigma bahwa bank syariah lebih mahal dibanding bank konvensional.

Muhammad Syafril menjelaskan bahwa konsep bagi hasil (nisbah) sebenarnya menawarkan keadilan yang lebih tinggi, terutama saat kondisi ekonomi sedang fluktuatif. Dalam segmen ini, beliau memaparkan data bahwa banyak bank syariah yang justru menunjukkan ketahanan (resiliensi) luar biasa selama masa krisis. Hal ini membuktikan bahwa model bisnis syariah memiliki landasan yang kokoh untuk jangka panjang.

Digitalisasi dianggap sebagai penggerak utama dalam meningkatkan profitabilitas. Melalui aplikasi mobile banking yang mumpuni, perbankan syariah kini dapat menjangkau masyarakat di pelosok tanpa perlu membangun gedung cabang yang mahal. Penghematan biaya ini secara langsung berdampak pada kemampuan bank dalam memberikan margin yang lebih menarik bagi para nasabah dan investor.

Dialog ini menyimpulkan bahwa edukasi publik masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Narasumber mengajak masyarakat untuk melihat perbankan syariah secara lebih jernih, bukan hanya dari sisi religi, tetapi juga dari keunggulan nilai ekonomisnya. Perbankan syariah terbukti tetap kompetitif asalkan terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....