Pemuda Didorong Jadi Duta Rupiah dan Ambassador QRIS

  • 29 Okt 2025 23:09 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Talk show bertema edukasi rupiah dan keuangan digital berlangsung di aula pertemuan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Selasa (28/10/2025). Acara yang menghadirkan dua narasumber inspiratif ini dipandu oleh moderator dari RRI Lhokseumawe, Yuna Arie, serta diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya mencintai rupiah, baik dalam bentuk tunai maupun non tunai, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital yang kian marak.

Narasumber pertama, Suhil Alfata, S.Kom., CPS, seorang personal branding and public speaking trainer sekaligus pengembang produk digital dan digital marketing, berbagi pengalaman serta wawasan seputar dunia digital. Dalam pemaparannya, Suhil mengisahkan pengalaman pribadi saat hampir menjadi korban kejahatan transaksi non tunai.

“Sekarang kita harus lebih berhati-hati menerima tautan atau link, bahkan jika dikirim oleh teman sendiri. Kejahatan digital semakin marak, sehingga generasi muda sebagai pengguna wajib cermat dan cerdas,” ungkap Suhil.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga uang rupiah sebagai simbol kebanggaan nasional. Menurutnya, mencintai rupiah bisa dimulai dengan tidak mencoret, merobek, atau men-stapler uang kertas.

“Uang rupiah itu cermin budaya dan sejarah bangsa. Dari lembarannya, kita bisa mengenal para pahlawan yang belum tentu kita kenal saat di bangku sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Niva Adillah, S.H., M.Kn., seorang influencer asal Banda Aceh yang menguasai tiga bahasa—Indonesia, Inggris, dan Jepang—juga turut memberikan motivasi dan edukasi finansial. Ia dikenal sebagai penulis buku tahun 2024, penyiar TVRI, MC, serta narasumber dalam berbagai kegiatan digital marketing branding strategy.

Dalam sesi talk show, Niva mengingatkan mahasiswa agar mencintai dan menjaga rupiah dengan bijak, meski kini sudah tersedia berbagai bentuk transaksi non tunai seperti QRIS.

“Kita tidak boleh meninggalkan rupiah tunai meskipun sudah ada uang digital. Keduanya harus berjalan seiring—tunai berjalan, non tunainya pun berjalan,” tegasnya.

Niva juga berbagi pengalaman pribadinya yang hampir tertipu saat berbelanja secara daring. Ia berharap pengalamannya itu dapat menjadi pelajaran agar generasi muda lebih hati-hati saat bertransaksi online.

Menutup sesi diskusi, kedua narasumber sepakat bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi saat yang tepat bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam mendukung sistem pembayaran nasional.

“Generasi muda harus menjadi Duta Rupiah yang cinta, bangga, dan paham rupiah, serta menjadi Ambassador QRIS yang bijak berbelanja dan paham bertransaksi non tunai,” pesan keduanya.

Talk show ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukasi publik Bank Indonesia Lhokseumawe dalam membangun kesadaran finansial generasi muda agar semakin cerdas, aman, dan bangga bertransaksi di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....