IHSG Anjlok Usai Reshuffle Menteri Keuangan Sri Mulyani

  • 09 Sep 2025 16:45 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,3 persen pada perdagangan Senin, 8 September 2025. Tekanan jual terjadi meskipun mayoritas bursa global justru mencatatkan penguatan.

Pelemahan IHSG terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto merombak kabinet dan mengganti posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian mendadak ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, terutama investor asing.

Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai 544 miliar rupiah. Saham-saham perbankan dan energi menjadi yang paling banyak dilepas, di antaranya Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Adaro Energy (ADRO), Japfa Comfeed (JPFA), serta Bank Negara Indonesia (BBNI).

Berbeda dengan IHSG, bursa saham Amerika Serikat justru menguat. Nasdaq mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan 0,45 persen, didorong oleh saham teknologi seperti Broadcom yang melonjak 3 persen dan Nvidia yang naik hampir 1 persen. S&P 500 juga naik 0,21 persen, sementara Dow Jones menguat 0,25 persen.

Kenaikan saham di Wall Street dipengaruhi oleh tren belanja di sektor kecerdasan buatan (AI) yang masih kuat, meluas ke luar kelompok “Magnificent Seven”. Investor juga menanti data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, yaitu Indeks Harga Produsen (PPI) pada 10 September dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada 11 September. Data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed pada akhir bulan ini.

Pasar Asia pun bergerak positif. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,45 persen dan Topix menguat 1,06 persen setelah Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengundurkan diri, menimbulkan spekulasi stimulus fiskal baru. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,45 persen dan Kosdaq 0,89 persen berkat reli saham konstruksi setelah pemerintah mengumumkan program perumahan baru. Bursa utama Asia lainnya, termasuk Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Taiex Taiwan, juga ditutup di zona hijau.

Menurut analisis BNI Sekuritas, pelemahan IHSG diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek akibat sentimen reshuffle kabinet. Level support saat ini berada di 7.700. Apabila mampu bertahan di level tersebut, peluang rebound atau pemulihan IHSG tetap terbuka.

Dengan kondisi global yang mayoritas bergerak positif, investor domestik kini menantikan kepastian arah kebijakan ekonomi dari Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk memulihkan kepercayaan pasar dan menarik kembali aliran modal asing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....