Trend QRIS menjadi Kekhawatiran Visa dan Mastercard AS

  • 11 Mei 2025 19:51 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN Lhokseumawe: Suksesnya proyek pemerintah Indonesia dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) memang menjadi sorotan besar, terutama karena telah mengurangi ketergantungan pada jaringan pembayaran asing seperti Visa dan Mastercard. Meskipun tidak ada protes resmi dari pemerintah Amerika Serikat, Visa dan Mastercard disebutkan tidak nyaman dengan tren ini karena:

  1. QRIS mengutamakan sistem domestik: Transaksi melalui QRIS tidak melalui jaringan Visa/Mastercard, sehingga mereka tidak memperoleh biaya transaksi seperti biasanya.
  2. Interkoneksi lintas negara lewat QRIS: Indonesia mulai menghubungkan QRIS dengan sistem pembayaran negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Ini memperkuat posisi lokal dan regional, memotong dominasi sistem global dari AS.
  3. Pemerintah Indonesia dorong kemandirian sistem pembayaran: Melalui Bank Indonesia dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Indonesia berusaha menjaga kedaulatan data dan menekan biaya transaksi bagi merchant.

Visa dan Mastercard mengandalkan fee dari jaringan mereka. Ketika negara-negara besar seperti Indonesia membangun sistem nasional yang efisien dan memotong peran mereka, tentu itu menjadi kekhawatiran bagi mereka secara bisnis dan geopolitik.

(sumber: ChatGPT).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....