Kemudahan dan Tantangan Menjadi Alasan Gen Z Boros
- 21 Mar 2025 03:07 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Generasi Z sering kali mendapat label sebagai generasi boros. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat gaya hidup mereka yang sangat dekat dengan teknologi, terutama dalam hal berbelanja. Dalam program "Spada" yang disiarkan di Pro 2 RRI pada Kamis, (20/3/2025), pukul 08.00–09.00 WIB, dibahas bagaimana kebiasaan konsumtif Gen Z menjadi perhatian banyak pihak. Kemudahan akses belanja online menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pola konsumsi yang tinggi di kalangan mereka. Dengan hanya beberapa kali klik, barang bisa langsung sampai di rumah, terkadang tanpa banyak pertimbangan matang sebelum membeli.
Seorang pendengar bernama Jufri dari Desa Uteunkot, Lhokseumawe, turut memberikan pendapatnya melalui pesan WhatsApp. Ia mengungkapkan bahwa banyak dari Gen Z yang tergoda untuk terus berbelanja karena ekspektasi mereka terhadap barang yang dibeli sering kali tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika barang yang datang tidak memuaskan, mereka cenderung membeli lagi untuk mencari yang lebih baik. Hal ini tentu memicu perilaku boros yang sulit dikendalikan, terutama jika tidak disertai dengan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.
Pendapat lain datang dari Lina, pendengar setia RRI yang sedang menyetir di sekitar Darussalam, Kota Lhokseumawe. Menurutnya, sayang sekali jika kebiasaan konsumtif ini terus berlanjut tanpa adanya upaya untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan. Gen Z seharusnya mulai belajar bagaimana mengelola pengeluaran mereka dengan lebih cermat, bukan hanya mengikuti tren semata. Menabung, berinvestasi, atau sekadar membuat anggaran belanja yang lebih terkontrol bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi kebiasaan boros yang sering mereka lakukan.
Meskipun Gen Z sering dikaitkan dengan perilaku boros, bukan berarti mereka tidak bisa berubah. Kesadaran akan pentingnya literasi finansial harus mulai ditanamkan sejak dini agar mereka bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka bisa tetap menikmati kemudahan teknologi tanpa harus terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang merugikan diri sendiri di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....