Ibu Syarifah, Udang Sabu dan Harapan yang Datang dari BPJS Ketenagakerjaan
- 16 Sep 2026 16:08 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe – Teriknya matahari pesisir Gampong Jambo Timu, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, tak menyurutkan langkah Syarifah. Di usia 65 tahun, ia masih setia mengolah udang sabu, menjemurnya, lalu berharap dari hasil itulah kebutuhan keluarga dapat terus terpenuhi.
Kini, perjuangan Syarifah terasa sedikit lebih ringan. Sebanyak 75 terpal tebal berukuran 5 Meter, disalurkan BPJS Ketenagakerjaan Lhokseumawe kepada kelompok pengolah udang sabu di Jambo Timu. Bantuan sederhana itu digunakan untuk mendukung proses penjemuran, yang menjadi bagian penting dari aktivitas usaha masyarakat setempat. Rabu 16 September 2026.
Bagi Syarifah, terpal bukan sekadar perlengkapan kerja. Ada perhatian dan harapan yang ia rasakan di balik bantuan tersebut. Selama ini, pekerjaan dilakukan dengan peralatan seadanya, sementara penghasilan dari udang sabu menjadi bagian dari ikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga.

“Terpalnyo perele that neuk, hana terpalnyo kiban cara ta ade udeng sabe, menyo membantu? Brat that meubantu long, menyo tablo ka 300 sampoe an 400 ribee sit, pat tamita peng dipnan tanyo ureng hana, but teuh pih ade sabe meuno, (Terpal ini perlu kali nak, bila terpal tidak ada bagaimana kita jemur udang sabu, kalau di bilang apa Ada membantu? Ya sangat terbantu sekali saya, bila di beli terpal seperti ini harganya berkisar 300-400 Ribu Rupiah, dari mana kita cari uang kerjaan kita pun hanya petani jemur udang sabu seperti ini)” ujar Syarifah dengan senyum.
Ia tetap bekerja meski usia terus bertambah. Tangannya masih sibuk mengolah hasil usaha, sementara harapannya sederhana: pekerjaan tetap berjalan, hasil yang diperoleh semakin baik, dan keluarga tetap memiliki sumber penghasilan.
“Kami berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dan semua pihak yang sudah peduli kepada kami. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan rezeki untuk kami semua,” katanya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lhokseumawe, M. Ridwan, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat pekerja sekaligus memperluas pemahaman mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Alhamdulillah, untuk peserta di kampung ini sudah terdaftar sekitar 300 orang. Kami terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat BPJS Ketenagakerjaan, baik dari pemahanan bantuan kecelakaan kerja dan bantuan kematian kepada ahli waris penerima” ujar M. Ridwan.
Ia mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah akan terus didorong agar dukungan terhadap masyarakat pekerja dapat dikembangkan dan menjangkau lebih banyak warga di Kota Lhokseumawe.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Ny. Yulinda Sayuti, istri Wali Kota Lhokseumawe yang juga Ketua TP PKK, Kadisnaker Lhokseumawe dan Camat Blangmangat.
Di Jambo Timu, bantuan itu mungkin hanya berupa terpal. Namun bagi Syarifah dan 74 penerima lainnya, nilainya jauh lebih besar dari bentuknya.
Sebab di balik setiap terpal yang terbentang, ada tangan-tangan yang masih ingin bekerja, ada keluarga yang menunggu hasil usaha, dan ada harapan agar rezeki hari ini cukup untuk menyambung kehidupan esok hari.
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, dukungan kepada pekerja bukan hanya tentang perlindungan saat menghadapi risiko kerja. Bagi Syarifah, perhatian itu juga terasa ketika ada yang membantu membuat pekerjaannya sedikit lebih mudah agar ia bisa terus bekerja, terus berharap, dan terus menjaga kehidupan keluarganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....