BPJS Ketenagakerjaan Lhokseumawe Beri Bantuan 75 Nelayan Pengolah Udang Sabu
- 16 Sep 2026 16:14 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe – Di tengah sederhananya kehidupan pesisir Gampong Jambo Timu, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, sebuah bantuan kecil membawa arti besar bagi 75 nelayan pengolah udang sabu, Rabu 16 September 2026.
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan 75 terpal penjemuran kepada satu kelompok nelayan yang beranggotakan 75 orang. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mereka menjalankan aktivitas pengolahan dan penjemuran udang sabu dengan lebih baik.
Bagi sebagian orang, terpal mungkin hanya selembar bahan penutup. Namun bagi para nelayan pengolah udang sabu, bantuan itu menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarga dari hasil kerja sehari-hari. Bantuan disalurkan melalui Yayasan Al-Maghfirah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan perlindungan sosial masyarakat pekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lhokseumawe M. Ridwan mengatakan, bantuan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperluas perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat pekerja.
“Alhamdulillah, untuk peserta di kampung ini sudah terdaftar sekitar 300 orang. Kami terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat BPJS Ketenagakerjaan, Baik tentang jaminan kecelakaan ketenagakerjaan maupun tentang kematian ketenagakerjaan” ujar M. Ridwan.
Ia mengatakan, kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Pemko Lhokseumawe tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bantuan. BPJS Ketenagakerjaan akan berkoordinasi dengan kantor pusat agar program pemberdayaan serupa dapat dikembangkan dan menjangkau masyarakat di wilayah Kota Lhokseumawe.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Ny. Yulinda Sayuti, istri Wali Kota Lhokseumawe yang juga menjabat Ketua TP PKK, Kadisnaker Lhokseumawe, Safriadi dan Camat Blangmangat, Achad Faisal Daulay.
Yulinda Sayuti berharap kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terus berjalan untuk membantu masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari pekerjaan sehari-hari.
“Kalau bisa pihak kita bersama BPJS selalu bekerja sama membantu warga Lhokseumawe. Kita berharap semua warga mendapatkan perlindungan dari BPJS,” katanya.
Salah satu penerima mamfaat, Syarifah (65), mengatakan bantuan tersebut memiliki arti tersendiri. Lansia yang sehari-hari mengolah dan bertani udang sabu itu mengaku senang karena kebutuhan sederhana dalam menjalankan usaha mereka mendapat perhatian.

“Terpal ini sangat membantu kami. Selama ini kami bekerja dengan kemampuan seadanya, jadi bantuan seperti ini sangat berarti,” ujar Syarifah.
Bantuan itu mungkin tidak mengubah kehidupan dalam sekejap. Tetapi bagi 75 keluarga nelayan pengolah udang sabu, setiap terpal yang dibentangkan adalah ikhtiar, setiap hasil yang dijemur adalah rezeki, dan setiap dukungan yang datang menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendirian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....