Followers Banyak, tapi Kok Nggak Ada yang Beli ? Ini yang Perlu Dievaluasi

  • 31 Agt 2026 15:33 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Memiliki jumlah followers yang banyak sering dianggap sebagai tanda bahwa sebuah bisnis sudah memiliki pasar yang besar. Namun, kenyataannya jumlah pengikut di media sosial tidak selalu berbanding lurus dengan angka penjualan. Banyak pelaku usaha, khususnya pemilik UMKM dan bisnis online, mengalami kondisi ketika kontennya mendapatkan banyak likes, komentar, bahkan followers baru, tetapi produk yang ditawarkan tetap sepi pembeli.

Dalam live program Muda Kreatif, Senin 31 Agustus 2026 di 95,2 RRI Pro 2 FM Lhokseumawe, Eghi Poetra sebagai penyiar memberikan informasi, bahwa salah satu penyebabnya adalah followers belum tentu merupakan target pasar. Seseorang bisa mengikuti sebuah akun karena kontennya menarik, menghibur, atau sedang mengikuti tren, tetapi belum tentu membutuhkan produk yang dijual. Karena itu, pemilik bisnis perlu memahami siapa calon konsumennya, mulai dari kebutuhan, masalah yang dihadapi, hingga alasan mereka memilih sebuah produk. Konten yang dibuat juga sebaiknya tidak hanya mengejar viral, tetapi mampu membangun kepercayaan dan menunjukkan manfaat produk.

Selain itu, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah cara menawarkan produk. Followers mungkin sudah tertarik, tetapi belum mendapatkan alasan yang cukup kuat untuk melakukan pembelian. Foto dan video produk yang jelas, informasi harga, testimoni pelanggan, penjelasan manfaat, serta call to action yang mudah dipahami dapat membantu mengubah perhatian menjadi transaksi. Interaksi dengan followers juga penting agar hubungan tidak berhenti sebatas angka di layar.

Yang harus kita ingat bersama, followers banyak bukan tujuan akhir dalam bisnis. Yang lebih penting adalah membangun audiens yang tepat, menciptakan kepercayaan, dan mengubah perhatian menjadi pelanggan. Pelaku usaha perlu mengevaluasi apakah kontennya sudah menjangkau orang yang tepat dan apakah produknya mampu menjawab kebutuhan mereka. Sebab, dalam dunia bisnis digital, bukan hanya soal “berapa banyak yang mengikuti”, tetapi juga berapa banyak yang percaya, tertarik, dan akhirnya membeli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....