FOMO Bisnis: Ikut Tren atau Berani Ciptakan Tren?
- 22 Agt 2026 14:09 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kini semakin terasa di dunia bisnis, terutama ketika muncul tren usaha yang mendadak viral di media sosial. Banyak orang tergoda untuk ikut berjualan produk yang sedang ramai karena melihat peluang keuntungan yang cepat. Mulai dari kuliner, fesyen, hingga produk digital, tren bisnis sering kali membuat seseorang merasa khawatir tertinggal jika tidak segera ikut terjun.
Mengikuti tren sebenarnya tidak selalu menjadi pilihan yang buruk. Dari sisi positif, tren dapat menjadi pintu masuk bagi calon pengusaha untuk belajar membaca pasar, memahami perilaku konsumen, dan mencoba strategi pemasaran baru, jelas Eghi Poetra sebagai penyiar dalam live program Muda Kreatif, Jumat 21 Agustus 2026 di 95, 2 RRI Pro 2 Fm Lhokseumawe. Namun, mengikuti tren tanpa perhitungan juga memiliki risiko. Ketika terlalu banyak pelaku usaha menjual produk serupa, persaingan menjadi semakin ketat, harga dapat ditekan, dan konsumen memiliki banyak pilihan. Akibatnya, bisnis yang hanya mengandalkan popularitas tren bisa cepat kehilangan pelanggan ketika tren tersebut berakhir.
Menciptakan tren juga membutuhkan keberanian, kreativitas, dan pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan konsumen. Pengusaha yang mampu menawarkan sesuatu yang berbeda memiliki peluang membangun identitas dan keunggulan bisnis yang lebih kuat. Tantangannya, menciptakan tren membutuhkan proses, riset, modal, konsistensi, serta kesiapan menghadapi kemungkinan produk belum langsung diterima pasar.
Karena itu, FOMO dalam bisnis sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk terburu-buru mengambil keputusan. Tren boleh diikuti, tetapi harus disaring melalui riset pasar dan perhitungan yang matang. Lebih baik menjadikan tren sebagai sumber inspirasi daripada sekadar menirunya. Pada akhirnya, pengusaha yang mampu menggabungkan kemampuan membaca tren dengan keberanian menciptakan inovasi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang terus berubah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....