Harga Smartphone Terancam Naik, Kelangkaan RAM akibat Ledakan AI Jadi Pemicu

  • 13 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Masyarakat yang berencana membeli smartphone baru dalam waktu dekat kemungkinan harus bersiap menghadapi kenaikan harga. Industri semikonduktor global saat ini tengah menghadapi lonjakan permintaan chip memori atau RAM (Random Access Memory) yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Sejumlah produsen memori dunia seperti Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron Technology dilaporkan mulai mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI dan server berperforma tinggi. Kondisi tersebut membuat pasokan memori untuk perangkat elektronik konsumen, termasuk smartphone, menjadi semakin terbatas.

Lembaga riset pasar TrendForce memperkirakan harga DRAM dan NAND Flash akan mengalami kenaikan signifikan sepanjang 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh tingginya permintaan sektor AI yang saat ini menjadi salah satu pasar paling menguntungkan bagi produsen chip memori.

Dampaknya mulai dirasakan oleh industri smartphone. Sejumlah analis memprediksi biaya produksi perangkat akan meningkat sehingga berpotensi mendorong harga jual ponsel di pasar global. Beberapa produsen bahkan diperkirakan akan menyesuaikan spesifikasi perangkat guna menekan biaya produksi.

Fenomena ini turut mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Dalam penelitian berjudul AI and Memory Wall yang dipublikasikan melalui arXiv pada 2024, para peneliti menjelaskan bahwa perkembangan model kecerdasan buatan generatif telah meningkatkan kebutuhan kapasitas dan bandwidth memori secara drastis.

"Memori kini menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan sistem AI modern," tulis para peneliti dalam studi tersebut. Mereka menilai pertumbuhan kebutuhan komputasi AI berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan industri untuk meningkatkan kapasitas produksi memori.

Temuan serupa disampaikan dalam penelitian AI is a Memory Hog: Its Demand Threatens Whole Categories of Electronics yang dipublikasikan oleh IEEE Spectrum. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa tingginya kebutuhan memori untuk pusat data AI telah menyerap sebagian besar pasokan DRAM dan High Bandwidth Memory (HBM), sehingga industri elektronik konsumen harus bersaing mendapatkan komponen yang sama dengan harga yang semakin mahal.

"Permintaan AI telah mengubah pola distribusi memori global dan mulai memberikan tekanan terhadap berbagai kategori produk elektronik konsumen," tulis laporan tersebut.

Selain itu, studi The AI-Driven Memory Reallocation: From Consumer SSD and DRAM to High-Bandwidth Memory menjelaskan bahwa produsen chip kini lebih fokus memproduksi memori berperforma tinggi untuk kebutuhan AI karena menawarkan margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan pasar perangkat konsumen.

Akibatnya, pasokan memori konvensional yang digunakan pada smartphone dan laptop mengalami penyusutan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga komponen dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, penelitian terbaru bertajuk The Hungry Intelligence: How AI Cannibalized the Global Memory Market and Priced Out the Consumer World (2022–2026) menyimpulkan bahwa ledakan investasi AI telah menciptakan perubahan struktural pada industri memori dunia. Peneliti memperkirakan tekanan terhadap harga RAM masih akan berlanjut selama permintaan AI tetap tinggi dan kapasitas produksi global belum mampu mengejar kebutuhan pasar.

Para pengamat industri menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya membawa perubahan pada sektor perangkat lunak, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap rantai pasok perangkat keras global. Jika tren ini terus berlanjut, harga smartphone, laptop, dan berbagai perangkat elektronik lainnya diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam beberapa tahun mendatang.

Bagi konsumen, situasi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi AI yang semakin canggih ternyata turut membawa konsekuensi pada meningkatnya biaya perangkat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....