Pengusaha Kedai Kopi di Lhokseumawe Keluhkan Kenaikan Harga Gas LPG Non-Subsidi

  • 26 Apr 2026 11:01 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sejumlah pengusaha kedai kopi di Kota Lhokseumawe mengeluhkan kenaikan harga gas LPG non-subsidi yang dinilai memberatkan operasional usaha mereka. Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada biaya produksi, terutama bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada penggunaan gas untuk aktivitas sehari-hari.

Marzuki, pengelola kedai kopi yang berlokasi di Jalan Panglateh, Simpang Empat, Lhokseumawe, mengungkapkan bahwa harga gas LPG non-subsidi mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebelumnya harga gas LPG 12 kg sekitar Rp200 ribu per tabung, sekarang sudah mencapai Rp235 ribu per tabung. Kenaikan ini tentu sangat terasa bagi kami,” ujar Marzuki saat ditemui, Minggu 26 April 2026.

Menurutnya, penggunaan gas LPG merupakan kebutuhan utama dalam operasional kedai kopi, mulai dari merebus air hingga proses penyajian minuman. Dengan kenaikan harga tersebut, keuntungan yang diperoleh menjadi semakin tipis.

“Kami sangat merasakan dampaknya. Harga gas naik, sementara harga jual kopi tidak bisa serta-merta dinaikkan karena mempertimbangkan daya beli pelanggan,” tambahnya.

Ia menambahkan, kondisi ini memaksa para pelaku usaha untuk lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, bahkan ada yang mulai mempertimbangkan alternatif lain untuk menekan biaya.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terkait stabilitas harga gas non-subsidi, atau setidaknya ada solusi agar pelaku UMKM seperti kami tetap bisa bertahan,” tutupnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pelaku usaha lainnya di kawasan Lhokseumawe. Mereka menilai, kenaikan harga bahan baku yang tidak diimbangi dengan peningkatan daya beli masyarakat dapat mengancam keberlangsungan usaha.

Para pengusaha kedai kopi berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis guna menjaga kestabilan harga energi, sehingga sektor usaha kecil tetap dapat berkembang dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....