QRIS Ditargetkan Bisa Digunakan di China dan Korea Selatan pada 2026

  • 11 Apr 2026 11:03 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menargetkan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara di China dan Korea Selatan pada kuartal pertama 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperluas ekosistem pembayaran digital Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas sistem keuangan di kawasan Asia.

Informasi ini juga disorot oleh akun media sosial Folkative yang menyebutkan bahwa BI tengah mendorong penggunaan QRIS untuk transaksi lintas batas dengan kedua negara tersebut. Dalam unggahannya, Folkative menuliskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membawa sistem pembayaran Indonesia ke level global serta mempermudah transaksi masyarakat Indonesia saat bepergian ke luar negeri.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa proses kerja sama dengan China dan Korea Selatan telah memasuki tahap lanjutan. Implementasi QRIS lintas negara ini diharapkan dapat mempermudah wisatawan Indonesia dalam bertransaksi tanpa perlu menukarkan uang tunai.

Saat ini, layanan QRIS cross-border telah tersedia di sejumlah negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. Dengan ekspansi ke China dan Korea Selatan, BI menargetkan peningkatan signifikan pada volume transaksi digital nasional. QRIS kini telah digunakan oleh lebih dari 60 juta pengguna dan didukung sekitar 45 juta merchant di Indonesia.

Secara global, integrasi sistem pembayaran berbasis QR code dinilai mampu meningkatkan efisiensi transaksi. Data dari Bank for International Settlements menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital lintas negara dapat menekan biaya transaksi hingga 30–50 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, penelitian dalam jurnal Journal of Payments Strategy & Systems (2022) menyebutkan bahwa interoperabilitas pembayaran digital dapat mendorong pertumbuhan UMKM hingga 20 persen melalui perluasan akses pasar.

Meski demikian, implementasi QRIS lintas negara masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti perbedaan regulasi antarnegara, standarisasi teknologi, serta aspek keamanan data. Fluktuasi nilai tukar juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam transaksi internasional berbasis QR.

Untuk itu, BI terus memperkuat koordinasi dengan otoritas keuangan negara mitra guna memastikan kelancaran implementasi. Asian Development Bank menilai bahwa digitalisasi sistem pembayaran lintas batas menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat integrasi ekonomi regional, khususnya di kawasan Asia.

Dengan perluasan ini, QRIS diharapkan tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat saat bepergian ke luar negeri, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha dalam negeri untuk menjangkau pasar internasional secara lebih luas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital Indonesia menuju sistem yang lebih inklusif dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....