Bisnis Mie Pangsit di tengah Kenaikan Harga Bahan Baku
- 19 Mar 2026 13:08 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Hampir semua diantara kita pasti pernah mencicipi bagaimana esensi dari cita rasa Mie Pangsit, bukan ? Lalu bagaimana dengan keberlanjutan bisnis ini ditengah melonjaknya harga berbagai bahan baku seperti tepung terigu, daging ayam, dan bumbu dapur ?
Ya, Denny Saputra, SE, pemilik Mie Pangsit Chinese Lhokseumawe, dalam live program Berkah Ramadhan - Ramadhan Jadi Cuan, di 95, 2 RRI Pro 2 FM, Kamis 19 Maret 2026, bercerita tetap berupaya mempertahankan harga . Kenaikan bahan baku ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang, terutama usaha kecil dan menengah yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan. Meski demikian, semangat untuk terus melayani pelanggan dengan sepenuh hati tetap menjadi prioritas utama.
Beliau mengungkapkan bahwa meskipun biaya produksi meningkat, pihaknya berkomitmen untuk tidak menaikkan harga jual. “Insya Allah kami tetap memberikan harga terbaik untuk pelanggan, meskipun bahan baku naik. Yang penting kualitas tetap kami jaga,” ujarnya. Komitmen ini dilakukan demi menjaga kepercayaan pelanggan yang telah setia menikmati cita rasa mie pangsit yang konsisten dari waktu ke waktu. Setiap kualitas rasa dan porsipun tidak akan dikurangi. Bagi mereka, menjaga mutu produk adalah kunci utama agar pelanggan tetap loyal, terlebih di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat.
Di sisi lain, pelanggan pun memberikan apresiasi atas upaya pelaku usaha yang tetap menjaga harga dan kualitas. Banyak yang merasa terbantu dengan keputusan tersebut, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Dengan semangat optimisme dan keikhlasan, bisnis Mie Pangsit Chinese diharapkan terus bertahan dan berkembang, menjadi contoh bahwa usaha yang dijalankan dengan niat baik dan konsistensi akan selalu menemukan jalannya. Sukses terus ya!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....