Harga Emas Dunia Kembali Bergejolak, Diprediksi Bisa Mencapai 10 Ribu Dolar
- 27 Feb 2026 09:27 WIB
- Lhokseumawe
RRI.co.id, Lhokseumawe - Bank ternama asal Amerika Serikat, J.P Morgan memproyeksi harga emas dunia berpeluang kembali menguat hingga 22% dari level saat ini pada akhir 2026. Dikutip dari Kitco News, Kamis (26/2/2026) analis J.P. Morgan memproyeksi harga emas berpeluang menguat ke kisaran US$ 6.300 per troy ons pada akhir tahun ini, didukung oleh permintaan yang kuat dan berkelanjutan dari bank-bank sentral dan investor global.
Bank investasi tersebut juga menaikkan perkiraan harga emas jangka panjang menjadi US$ 4.500 per troy ons.
"Meskipun reli harga emas ini belum, dan tidak akan, bersifat linier, kami percaya tren yang mendorong kenaikan harga belum berakhir,” kata kepala Strategi Komoditas Global di J.P Morgan, Natasha Kaneva.
Menurut J.P Morgan, dolar AS yang semakin melemah, suku bunga AS yang rendah, dan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik menjadi pendorong positif bagi harga emas, dan semuanya telah berperan dalam reli yang sedang berlangsung.
Bank investasi tersebut juga mencatat bahwa emas telah berfungsi sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang fiat dan sebagai pesaing non-imbal hasil untuk obligasi pemerintah AS.
J.P. Morgan Global Research pun memproyeksikan rata-rata permintaan emas bank sentral global akan mencapai 585 ton per kuartal pada 2026.
“Untuk tahun 2026, kami memperkirakan sekitar 585 ton permintaan emas secara triwulanan dari investor dan bank sentral secara rata-rata, yang terdiri dari sekitar 190 ton per triwulanan dari bank sentral, 330 ton per triwulanan dari permintaan batangan dan koin, dan 275 ton permintaan tahunan dari ETF dan kontrak berjangka, yang sebagian besar terkonsentrasi di awal tahun depan," ungkap Gregory Shearer, kepala Strategi Logam Dasar dan Logam Mulia di J.P Morgan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....