Harga Emas Antam Naik Tajam Hari Ini

  • 21 Feb 2026 17:18 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Jakarta - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Sabtu. 21 Februari 2026 Berdasarkan pembaruan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas per gram kini berada di angka Rp3.012.000, naik Rp68.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp2.944.000 per gram.

Tak hanya harga jual, nilai beli kembali atau buyback juga mengalami peningkatan.

Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.793.000 per gram. Angka tersebut menjadi patokan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan miliknya ke Antam.

Kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh dinamika pasar global, termasuk pergerakan harga emas dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat harga emas domestik dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar internasional.

Dalam transaksi penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besarannya yakni 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Potongan pajak tersebut langsung dikurangi dari total nilai buyback yang diterima penjual.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan juga dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Tarif PPh 22 atas pembelian emas sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

Adapun rincian harga emas Antam terbaru untuk berbagai pecahan antara lain

0,5 gram Rp1.556.000,

1 gram Rp3.012.000,

2 gram Rp5.964.000,

serta 5 gram Rp14.835.000.

Untuk ukuran lebih besar seperti

10 gram dibanderol Rp29.615.000 dan

100 gram mencapai Rp295.412.000.

Dengan tren kenaikan ini, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Meski demikian, calon investor diimbau untuk mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan transaksi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....