Wali Nanggroe Aceh Minta Perluasan Perkebunan Sawit Ditinjau Ulang
- 14 Jan 2026 16:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Tamiang: Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Al-Haytar mengemukakan, bahwa terdapat penyebab dibalik tragedi bencana banjir dan longsor yang melanda provinsi Aceh, pada akhir November 2025 lalu.
Ia meyakini, telah terjadi deforestasi hutan secara massive untuk kepentingan lahan perkebunan sawit.
"Dan kita lihat kenapa bencana ini terjadi. Bencana ini kerana hutan kita sudah banyak dibabat. Dan saya selalu bilang jangan babat hutan kita, dan jangan banyak tanam sawit", tegas PYM Malik Mahmud kepada awak media saat berkunjung ke Kabupaten Aceh Tamiang belum lama ini.
Wali Nanggroe sependapat bahwa negeri Aceh harus dibangun dengan mendatangkan para investor. Namun bukan berarti dibenarkan dengan cara merusak alam Aceh. Industri harus dibangun dengan tetap mempertahankan kelestarian dan kekayaan alam Aceh.
"Investor tidak boleh menghancurkan kekayaan alam Aceh. Ini semua harus kita tinjau kembali", tambah Wali Nanggroe yang turut didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, juga Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.
Ia sendiri melalui koneksi luar negeri yang dimilikinya, akan terus berupaya menyokong Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dari belakang dalam mengatasi masalah bencana ini.
Dalam amarannya Wali Nanggroe mengajak kepada semua pihak yang ada di Aceh agar bergotong royong membangun negara Indonesia dengan kearifan lokal yang dimiliki Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....