Akses Bireuen–Gayo Belum Pulih, Biaya Angkut Tinggi
- 31 Des 2025 21:51 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Bireuen : Dampak banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir masih menyulitkan jalur transportasi darat dari Kabupaten Bireuen menuju kawasan dataran tinggi Gayo. Hingga Rabu (31/12/2025), sejumlah titik jalan masih dipenuhi lumpur dan material longsor sehingga kendaraan sulit melintas.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama para pedagang kecil di wilayah terdampak.
Khairul, pedagang warung kelontong di Gampong Kedelah, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, mengatakan kerusakan jalan membuat biaya modal usahanya meningkat karena ongkos pengangkutan barang menjadi lebih mahal.
“Awal banjir, barang cepat habis karena warga belanja banyak. Tapi setelah itu stok jadi sulit dan biaya belanja naik,” ujarnya.
Menurut Khairul, meski komoditas biji kopi mulai kembali laku, daya beli masyarakat belum pulih. Di sisi lain, ongkos langsir barang semakin membebani pedagang.
Sebagai contoh, biaya langsir telur ayam dari Bireuen ke Aceh Tengah mencapai Rp5.000 per papan. Telur ukuran kecil dijual Rp55.000 per papan, sementara ukuran besar Rp60.000 per papan. Untuk beras kemasan 15 kilogram, ongkos langsir mencapai Rp25.000 per sak. Beras premium bermodal Rp240.000 dijual Rp280.000, sedangkan beras biasa dilepas Rp260.000 per sak. Sementara harga minyak goreng berada di kisaran Rp25.000 per liter.
Ia menyebutkan, stok garam saat ini kosong di pasaran. Sebelumnya, garam dijual Rp12.000 per kantong. Untuk gula pasir, biaya langsir dari Bireuen sekitar Rp2.000 per kilogram, dan jika didatangkan dari Medan mencapai Rp2.500 per kilogram. Dengan modal Rp17.400, gula dijual Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram.
Adapun mie instan merek Intermie dijual Rp70.000 per dus. Harga bawang merah mencapai Rp60.000 per kilogram, bawang putih Rp70.000 per kilogram, dan cabai merah Rp10.000 per kilogram.
Khairul berharap jalur transportasi segera dipulihkan agar biaya distribusi kembali normal dan harga kebutuhan pokok tidak semakin memberatkan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....