Angin Kencang Rusak Huntara dan Warung, Warga Aceh Utara Waspada
- 22 Sep 2026 14:00 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Cuaca buruk kembali menerpa sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara. Hujan deras yang disertai hembusan angin kencang menyebabkan belasan bangunan mengalami kerusakan pada Senin 21 September 2026.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga menyasar sejumlah hunian sementara atau huntara yang ditempati penyintas banjir. Beberapa bangunan usaha seperti warung dan kafe turut terdampak setelah bagian atap dan teras diterpa angin.
Di Desa Tanjung Dalam Selatan, Kecamatan Langkahan, sedikitnya tujuh unit huntara mengalami kerusakan. Bagian teras dan sebagian atap bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang angin.
Meski mengalami kerusakan, kondisi huntara tersebut masih memungkinkan digunakan. Namun, penanganan tetap diperlukan agar kerusakan tidak semakin parah, terutama apabila cuaca buruk kembali terjadi.
Dampak lainnya terlihat di Desa Meucat dan Desa Keude Aron, Kecamatan Syamtalira Aron. Sejumlah kafe dan warung milik masyarakat mengalami kerusakan akibat kuatnya hembusan angin yang terjadi bersamaan dengan hujan.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas terkait kini melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Utara M Nasir mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh perubahan cuaca. Menurutnya, potensi angin kencang masih dapat terjadi, terutama pada sore hingga malam hari selama masa peralihan musim.
Sementara itu, prakirawan BMKG Kantor Bandara Sultan Malikussaleh, Ricky Nadiansyah, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh Utara. Kondisi tersebut dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah dataran tinggi.
Ricky mengimbau masyarakat menghindari berlindung di bawah pohon tua ketika hujan dan angin kencang melanda. Bangunan semi permanen yang berpotensi roboh juga perlu dihindari demi mencegah jatuhnya korban.
Fenomena tersebut masih berkaitan dengan kondisi atmosfer pada masa peralihan musim. BMKG juga mencatat Aceh termasuk wilayah yang perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat pada 21–23 September 2026. (BMKG)
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pohon tumbang, atap beterbangan dan kerusakan bangunan. Kewaspadaan menjadi penting karena cuaca dapat berubah cepat dan angin kencang berpotensi muncul bersamaan dengan hujan serta petir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....