Fakultas Kedokteran Unimal Adakan Pelatihan Identifikasi ABK
- 18 Sep 2026 15:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Universitas Malikussaleh melalui tim dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SD Negeri 12 Banda Sakti, Lhokseumawe. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesiapan guru reguler dalam menerapkan pendidikan inklusif melalui pelatihan identifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sekolah dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru terkait pendidikan inklusif serta identifikasi awal peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus. Berdasarkan observasi awal yang menjadi dasar penyusunan program, sebagian besar guru di sekolah mitra belum memperoleh pelatihan khusus mengenai pendidikan inklusif maupun identifikasi ABK.
Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pemberian pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi identifikasi ABK, serta post-test. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar pendidikan inklusif, karakteristik dan klasifikasi ABK, serta langkah-langkah identifikasi dini yang dapat dilakukan guru di lingkungan sekolah.
Selain memperoleh pemahaman konseptual, para guru juga diberikan kesempatan untuk membahas berbagai situasi yang dapat ditemui dalam proses pembelajaran. Melalui studi kasus dan simulasi lembar identifikasi sederhana, guru diarahkan untuk mengenali karakteristik atau indikasi kebutuhan khusus peserta didik secara lebih dini, sekaligus memahami bahwa proses identifikasi awal bukanlah penetapan diagnosis.
Ketua tim pengabdian, Zurratul Muna, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat dua aspek yang saling berkaitan, yaitu kesiapan guru reguler dalam menerima anak berkebutuhan khusus dan keterampilan praktis dalam melakukan identifikasi awal pada anak. Penguatan tersebut diharapkan membantu guru memberikan layanan pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik.
“Melalui pelatihan ini, guru diharapkan tidak hanya memahami konsep pendidikan inklusif, tetapi juga memiliki keterampilan awal untuk mengenali karakteristik peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus. Jika ditemukan indikasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, guru dapat melakukan koordinasi dan merujuk kepada tenaga profesional yang sesuai,” ujar Zurratul Muna.
Tim pengabdian juga melibatkan dosen dengan bidang keahlian psikologi klinis anak, psikologi pendidikan, dan psikologi sosial. Tim terdiri atas Zurratul Muna, Rini Julistia, Widi Astuti, Yara Andita Anastasya, dan Dwi Iramadhani, serta mahasiswa Psikologi Universitas Malikussaleh, Syakira dan Lusi Nurmala Sari, yang turut membantu pelaksanaan kegiatan.
Dalam wawancara pada kegiatan tersebut, Kepala SD Negeri 12 Banda Sakti, Bapak Edi Suheri, M.Pd, menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini dibutuhkan oleh guru karena tidak semua pendidik memiliki latar belakang atau pengalaman khusus dalam menangani peserta didik dengan kebutuhan yang beragam.
“Kami menyambut baik kegiatan pelatihan ini karena guru perlu dibekali pemahaman dan cara yang tepat dalam mengenali kebutuhan peserta didik. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap guru semakin memahami karakteristik anak dan dapat memberikan pembelajaran yang lebih sesuai, sehingga tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap perilaku atau kemampuan anak,” ujar Edi Suheri, M.Pd
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian yang dilaksanakan pada Hari Rabu 17 September 2026 bertempat di SD Negeri 12 Banda Sakti Kota Lhokseumawe yang di ikuti oleh Para Guru dan tendik sekolah tersebut. Program secara keseluruhan dirancang melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta mengumpulkan umpan balik dari peserta untuk melihat perkembangan pengetahuan dan kesiapan guru setelah mengikuti kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas guru dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran sehingga sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....