Jalan Lokop-Pining Masih Terputus, Tiga Titik Jadi Kendala

  • 22 Agt 2026 18:13 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Timur – Jalur penghubung Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, dengan Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, belum sepenuhnya pulih. Hingga Sabtu 22 Agustus 2026, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas secara normal di sejumlah bagian ruas Lokop-Pining.

Camat Serbajadi, Adnan, mengatakan kondisi tersebut diketahui setelah dirinya bersama sejumlah keuchik melakukan pengecekan langsung ke sepanjang jalur yang menjadi akses penting masyarakat pedalaman.

Dari hasil peninjauan, sedikitnya terdapat tiga lokasi yang masih sulit dilalui kendaraan roda empat, yakni kawasan Desa Betung Atas, Arul Relem dan Jemerin.

“Kami bersama keuchik mengecek langsung jalur Lokop-Pining hingga ke titik yang kendaraan sudah tidak bisa lewat. Saat ini di beberapa lokasi masih berlangsung pekerjaan menggunakan alat berat,” kata Adnan.

Menurutnya, proses pembukaan dan perbaikan jalan masih terus berjalan. Namun, berdasarkan keterangan pengawas alat berat di lapangan, pekerjaan tersebut masih menyisakan sekitar tiga kilometer hingga mencapai wilayah perbatasan.

Di Betung Atas, alat berat terlihat melakukan pembukaan sekaligus penanganan badan jalan yang mengalami kerusakan. Sementara di Arul Relem dan Jemerin, kondisi medan masih menjadi hambatan bagi kendaraan roda empat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang hendak menggunakan jalur Lokop-Pining harus menyesuaikan perjalanan dengan situasi di lapangan.

Ruas tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas warga di wilayah pedalaman Serbajadi, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun menghubungkan masyarakat dengan wilayah lainnya.

Adnan berharap pekerjaan dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga seluruh titik yang masih terputus kembali terbuka.

“Harapan kita pekerjaan ini terus dilanjutkan sampai akses Lokop-Pining kembali terbuka dan masyarakat dapat melintas dengan lebih mudah,” ujarnya.

Pihak kecamatan, kata Adnan, akan terus memantau perkembangan pekerjaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Pemantauan diperlukan agar kendala yang muncul selama proses perbaikan dapat segera diketahui.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan yang sedang dikerjakan alat berat.

Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari risiko kecelakaan sekaligus menjaga agar proses pengerjaan jalan tidak terganggu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....