Pasca Bencana, Ekonomi Aceh Tamiang Hanya Tumbuh 0,95 Persen

  • 15 Agt 2026 23:57 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CI.ID, Tamiang - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tamiang pada 2025 berada di kisaran 0,95 persen secara tahunan (year-on-year). Berdasarkan kalkulasi Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan daerah ini merangkak naik dari Rp6,68 triliun pada 2024 menjadi Rp6,75 triliun pada 2025. Kendati mencatatkan tren positif, potret laju perekonomian daerah ini memperlihatkan ketimpangan yang cukup mencolok antarsektor. Sabtu 15/08/26.

Dari total 17 lapangan usaha utama yang dipetakan, hanya tujuh sektor yang berhasil mencatatkan rapor hijau. Sektor Transportasi dan Pergudangan tampil sebagai motor penggerak utama dengan laju pertumbuhan tertinggi mencapai 5,19 persen. Tren positif ini disusul oleh penopang ekonomi lain, yakni Jasa Pendidikan yang tumbuh 4,32 persen serta sektor basis Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang membukukan kenaikan 3,63 persen.

Laju ekspansi ekonomi juga dirasakan pada beberapa bidang jasa dan properti. Sektor Real Estat tercatat tumbuh 3,34 persen, disusul Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 2,48 persen, serta Informasi dan Komunikasi yang naik tipis 1,25 persen. Sementara itu, sektor Jasa Lainnya mengunci daftar pertumbuhan positif dengan capaian terendah di angka 0,37 persen.

Di sisi lain, sebanyak sepuluh sektor ekonomi justru mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif pada periode yang sama. Sektor Jasa Kesehatan dan Administrasi Pemerintahan sama-sama melorot 0,22 persen, diikuti Industri Pengolahan (-0,60 persen) dan Perdagangan Besar-Eceran (-0,87 persen). Tekanan juga melanda Pengadaan Listrik (-1,28 persen), Akomodasi/Mamin (-1,29 persen), Pengelolaan Sampah (-1,78 persen), Pertambangan (-3,05 persen), hingga Jasa Perusahaan (-3,39 persen).

Keterpurukan paling mendalam melanda sektor Konstruksi yang terkoreksi hingga minus 7,23 persen secara tahunan. Kontraksi tajam di bidang infrastruktur ini menjadi penahan utama laju agregat PDRB Aceh Tamiang agar tidak tumbuh lebih tinggi. Ketimpangan performa antarsektor ini menegaskan pentingnya evaluasi kebijakan daerah untuk merangsang kembali sektor penopang yang tengah lesu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....