Bupati Armia Resmikan Masjid At-Tin, Harapan Baru Pascabencana

  • 20 Jul 2026 14:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Tamiang – Di tengah proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025, secercah harapan kembali tumbuh dari Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Masjid At-Tin yang sebelumnya hanyut diterjang derasnya arus sungai kini kembali berdiri megah dan resmi difungsikan sebagai pusat ibadah serta pembinaan umat.

Peresmian masjid dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) dan dipimpin langsung Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, disaksikan tokoh agama, para donatur, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Armia menyampaikan bahwa berdirinya kembali Masjid At-Tin menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong, solidaritas, dan kepedulian berbagai pihak dalam membantu masyarakat bangkit dari bencana.

"Masjid ini adalah simbol kebangkitan. Melalui kepedulian para donatur dan semangat masyarakat, tempat ibadah yang pernah hilang kini kembali berdiri lebih baik dan menjadi harapan baru bagi warga," ujar Armia.

Pembangunan kembali Masjid At-Tin merupakan hasil kolaborasi Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor (YARSIB), Rangkul Foundation, Niqob Squad, serta berbagai komunitas kemanusiaan dan relawan dari berbagai daerah.

Ketua Pengurus YARSIB, Dwi Sudharto, mengatakan proyek tersebut lahir dari semangat gotong royong untuk menghadirkan kembali fasilitas ibadah yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.

Peresmian masjid juga dihadiri dua tokoh nasional, yakni Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS selaku Ketua Pembina Yayasan RS Islam Bogor, serta Ustadz Fatih Karim, pendakwah nasional sekaligus pendiri Cinta Qur'an Foundation.

Pada kesempatan itu, Ustadz Fatih Karim menyampaikan tausiyah yang mengajak masyarakat menjadikan musibah sebagai momentum memperkuat keimanan, persaudaraan, dan semangat membangun kembali kehidupan yang lebih baik. Ia juga menjadi khatib pada pelaksanaan Salat Jumat perdana di Masjid At-Tin sejak selesai dibangun.

Bupati Armia mengingatkan bahwa keberhasilan membangun kembali masjid harus diikuti dengan komitmen untuk memakmurkannya. Menurutnya, Masjid At-Tin diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan Al-Qur'an, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai persatuan dan kebersamaan masyarakat.

"Bangunan yang megah akan semakin bernilai apabila dipenuhi aktivitas ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi umat. Mari kita jadikan Masjid At-Tin sebagai pusat pembinaan masyarakat dan penguatan ukhuwah Islamiyah," ujarnya.

Berdirinya kembali Masjid At-Tin menjadi simbol kebangkitan masyarakat Aceh Tamiang setelah diterpa bencana. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, masjid ini menjadi wujud nyata kepedulian, kolaborasi, dan semangat kemanusiaan yang menghubungkan banyak pihak untuk menghadirkan harapan baru bagi warga yang terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....