Balmon Aceh Latih Nelayan Idi Gunakan Radio Maritim Sesuai Aturan
- 25 Jun 2026 13:45 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Timur – Keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kondisi kapal dan cuaca, tetapi juga pada kemampuan awak kapal menggunakan perangkat komunikasi radio secara tepat. Kesadaran inilah yang mendorong Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh memberikan pelatihan kepada nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Aceh Timur.
Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari pemilik kapal, nakhoda, dan anak buah kapal (ABK) mengikuti pembekalan terkait penggunaan radio maritim yang aman dan sesuai regulasi, Kamis 25 Juni 2026.
Kepala Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, Luthfi, mengatakan pemahaman terhadap aturan penggunaan frekuensi radio menjadi hal penting untuk mencegah gangguan komunikasi yang dapat berdampak luas, termasuk terhadap sektor penerbangan.
Menurutnya, perangkat komunikasi radio di kapal bukan sekadar sarana komunikasi antarnelayan, melainkan bagian dari sistem keselamatan yang dapat digunakan saat menghadapi kondisi darurat di tengah laut.
“Penggunaan perangkat radio yang sesuai ketentuan sangat penting untuk mendukung keselamatan pelayaran sekaligus mencegah gangguan terhadap layanan komunikasi lain, terutama komunikasi penerbangan dan frekuensi marabahaya,” kata Luthfi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti simulasi dan praktik langsung penggunaan radio maritim. Pelatihan dipandu oleh pejabat fungsional pengendali frekuensi radio dari Balmon Banda Aceh.
Para nelayan dibekali kemampuan mengoperasikan perangkat komunikasi laut, memahami prosedur penyampaian sinyal darurat, hingga mengenali perbedaan penggunaan kanal komunikasi keselamatan dan komunikasi operasional sehari-hari.
Balmon menegaskan setiap kapal nelayan wajib memiliki perangkat komunikasi yang berfungsi dengan baik sebagai langkah mitigasi risiko ketika menghadapi keadaan darurat saat berlayar.
Selain aspek teknis, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya legalitas penggunaan perangkat radio. Untuk mempermudah layanan kepada masyarakat pesisir, Balmon Banda Aceh menghadirkan program Maritime On The Spot (MOTS), layanan jemput bola yang membantu proses pengurusan perizinan radio kapal.
Program yang berjalan sejak 2022 itu dinilai berhasil meningkatkan kepatuhan nelayan terhadap aturan penggunaan spektrum frekuensi radio. Hingga kini, sebanyak 314 Izin Stasiun Radio (ISR) kapal telah diterbitkan bagi nelayan di wilayah tersebut.
Melalui peningkatan kapasitas dan kemudahan akses perizinan, para nelayan di Aceh Timur diharapkan semakin profesional dalam memanfaatkan radio maritim, sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran dan menjaga ketertiban penggunaan frekuensi radio nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....