BPMA Resmi Mulai Proyek Strategis Gas Blok A Fase II Aceh
- 24 Jun 2026 14:08 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Timur – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan kontraktor pelaksana resmi memulai proyek EPCIC (Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning) Pengembangan Gas Blok A Fase II di wilayah kerja Medco E&P Malaka, Kabupaten Aceh Timur.
Dimulainya proyek strategis nasional tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Meeting (KOM) yang menjadi langkah awal pengembangan fasilitas produksi gas untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dan keberlanjutan operasi migas di Aceh.
Kepala Divisi Perawatan Fasilitas dan Pengendalian Proyek BPMA, Helmi, mengatakan proyek ini memiliki peran penting dalam menjaga pasokan energi nasional sekaligus memperkuat kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian daerah dan nasional.
“Dengan dimulainya proyek ini, pengembangan fasilitas produksi gas di Blok A diharapkan dapat berjalan optimal serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional,” kata Helmi di Banda Aceh, Selasa (24/6/2026).
Menurutnya, ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan dan pemasangan jaringan flowline serta trunkline dari sumur produksi menuju Central Processing Plant (CPP), termasuk berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang operasional lapangan gas.
Pekerjaan konstruksi akan mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari pekerjaan sipil, mekanikal, perpipaan (piping), elektrikal, hingga instrumentasi. Seluruh tahapan pelaksanaan proyek akan dikerjakan oleh kontraktor ETI-Encona dengan mengedepankan standar industri migas nasional.
Helmi menegaskan bahwa aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment) menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek. Selain itu, pengendalian mutu pekerjaan, jadwal pelaksanaan, efisiensi biaya, serta tata kelola proyek yang baik juga menjadi fokus utama agar seluruh target dapat tercapai sesuai perencanaan.
“Pelaksanaan proyek harus mengedepankan keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, pengendalian jadwal, serta prinsip good project governance sehingga dapat diselesaikan secara aman, tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek Pengembangan Gas Blok A Fase II merupakan bagian dari program strategis sektor hulu migas yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi gas nasional melalui pembangunan infrastruktur produksi yang andal, modern, dan berstandar tinggi.
BPMA juga mengharapkan seluruh pihak yang terlibat mampu menjaga koordinasi dan komunikasi yang efektif selama proses pelaksanaan proyek berlangsung. Sinergi antar pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan dan percepatan pencapaian target produksi migas nasional.
“Koordinasi yang baik antar seluruh pihak akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatan produksi migas nasional dan ketahanan energi Indonesia,” kata Helmi.
Melalui pengembangan Blok A Fase II, Aceh diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil energi strategis nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri hulu migas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....