Padi Gogo Jadi Solusi Pemulihan Lahan Pascabencana di Bireuen

  • 26 Apr 2026 08:24 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Bireuen - Harapan baru bagi petani korban bencana di Kabupaten Bireuen mulai tumbuh dari Desa Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang. Setelah berbulan-bulan lumpuh akibat banjir dan tanah longsor, lahan pertanian seluas sekitar 85 hektare kini kembali dihidupkan melalui penanaman perdana padi gogo, Sabtu 25 April 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Razuardi, jajaran Kementerian Pertanian, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat yang selama ini terdampak langsung bencana. Program rehabilitasi lahan pertanian pascabencana ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memulihkan fungsi sawah yang sebelumnya tertimbun material dan mengalami kerusakan parah.

Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang rusak akibat bencana. Setelah itu, dilakukan optimalisasi lahan menggunakan varietas padi gogo yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi lahan kering.

Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, Dede Sulaeman, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan para petani tidak kehilangan masa tanam. “Kami mendorong percepatan rehabilitasi agar produksi pangan nasional tetap terjaga. Sinergi antara pusat, provinsi, hingga kabupaten adalah kunci agar petani di Bireuen bisa kembali berdaya secara ekonomi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wabup Bireuen Razuardi menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat setempat, sehingga pemulihan lahan menjadi prioritas utama. Pemerintah berharap, model rehabilitasi lahan di Desa Pulo Siron ini dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kabupaten Bireuen dan Aceh dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana, sekaligus mengembalikan kesejahteraan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....