Belum Ada Huntara, Penyintas Banjir Bireuen di Pengungsian
- 26 Feb 2026 18:30 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, BIreun - Tiga bulan setelah banjir besar menerjang Kabupaten Bireuen pada 26 November 2025, sejumlah warga terdampak masih hidup di tenda darurat. Kondisi ini terlihat di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, Kamis 26 Februari 2026, di mana tenda-tenda pengungsian masih berdiri di sekitar permukiman yang rusak berat.
Seorang pegiat sosial di Bireuen, Mawardi, menyebutkan hingga kini para penyintas belum mendapatkan hunian sementara. “Sudah genap tiga bulan, tapi masih ada warga yang tinggal di tenda darurat, khususnya di Bale Panah,” ujarnya.
Di lokasi pengungsian Bale Panah, sekitar 30 kepala keluarga tercatat masih bertahan. Sebagian besar dari mereka kehilangan tempat tinggal dan belum memiliki kepastian kapan dapat kembali ke rumah yang layak.
Tiga warga perempuan, Rusmiati, Ainal Mardiah, dan Saudiah Ahmad, mengaku belum memiliki pilihan lain selain tinggal di tenda. Rumah mereka rusak parah akibat terjangan banjir yang melanda kawasan tersebut akhir tahun lalu.
Ainal Mardiah mengatakan dirinya tinggal bersama anaknya yang memiliki keterbatasan fisik. Ia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah. “Kami sangat berharap ada hunian sementara agar bisa tinggal lebih layak,”
Pemerintah Kabupaten Bireuen sebelumnya menyampaikan tidak mengusulkan pembangunan huntara karena sebagian penyintas disebut memilih menerima dana tunggu hunian (DTH). Meski demikian, sejumlah warga di Bale Panah mengaku lebih membutuhkan tempat tinggal tetap atau hunian sementara agar bisa segera bangkit dari dampak bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....