Menteri PU Tinjau Kerusakan Bendung Irigasi Pante Lhong di Bireuen
- 24 Feb 2026 17:55 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Bireun - Bendung irigasi Pante Lhong di Bireuen mengalami kerusakan serius akibat banjir yang terjadi pada akhir November 2025. Dampaknya, sekitar 6.500 hektare lahan persawahan yang bergantung pada suplai air dari bendung tersebut tidak dapat terairi secara maksimal.
Menindaklanjuti kondisi itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo turun langsung meninjau lokasi bersama Bupati Bireuen Mukhlis, Selasa 24 Februari 2026 Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan langkah percepatan penanganan darurat segera dilakukan agar petani tidak semakin merugi.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimen yang menumpuk di area intake hingga ke pintu bendung. Luapan Sungai Peusangan saat banjir menyebabkan aliran air berubah arah sehingga tidak lagi masuk ke saluran irigasi menuju areal persawahan di hilir.
Dody menjelaskan "fokus utama saat ini adalah mengembalikan aliran air ke jaringan irigasi Pemerintah berencana membangun cofferdam atau tanggul sementara guna mengarahkan kembali debit air ke saluran yang semestinya"
Kementerian PU menargetkan sebelum Idulfitri, air sudah dapat mengaliri sawah warga. Dengan demikian, para petani diharapkan dapat mulai mengolah lahan dan menanam padi setelah Lebaran nanti.
Selain penanganan di bendung utama, penguatan struktur di sisi kiri dan kanan juga dilakukan untuk mencegah kejadian serupa saat banjir kembali melanda.
Pembersihan saluran irigasi dari lumpur dan material bawaan banjir kini hampir rampung dikerjakan oleh balai wilayah sungai.
Sementara Bupati Mukhlis menyebutkan, dari total 15.000 hektare lahan sawah di Bireuen, sekitar 2.000 hektare mengalami kerusakan cukup berat akibat banjir. Ia berharap bendung Pante Lhong dapat segera difungsikan kembali agar aktivitas pertanian masyarakat kembali normal dan perekonomian petani dapat pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....