Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 61 Lakukan Pengukuran pH dan TDS Air
- 12 Feb 2026 19:35 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 61 melaksanakan kegiatan pengukuran kualitas air berupa pH dan Total Dissolved Solids (TDS) di sejumlah rumah warga Gampong Baloy, Kecamatan Blang Mangat. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi pascabanjir yang berpotensi memengaruhi kualitas sumber air masyarakat.
Banjir yang sempat melanda wilayah tersebut dikhawatirkan membawa lumpur, limbah, serta material terlarut lainnya yang dapat mengubah sifat kimia dan fisika air. Oleh karena itu, mahasiswa KKN berinisiatif melakukan pemeriksaan langsung guna memastikan air yang digunakan warga tetap dalam kondisi aman.
Pengukuran dilakukan dengan mendatangi 10 rumah warga dan mengambil sampel air dari sumur bor maupun penampungan air. Sampel tersebut kemudian diuji menggunakan alat pH meter untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan air, serta TDS meter untuk mengukur jumlah zat padat terlarut di dalam air. Secara umum, standar pH air bersih berada pada kisaran 6,5–8,5, sementara nilai TDS yang baik untuk air bersih umumnya di bawah 500 mg/L.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa beberapa sampel air memiliki kandungan TDS dan mineral yang cukup tinggi. Meskipun demikian, nilainya masih berada dalam rentang aman untuk kebutuhan sanitasi seperti mandi dan mencuci. Namun, air dengan kandungan TDS yang relatif tinggi dinilai kurang direkomendasikan untuk langsung dikonsumsi sebagai air minum tanpa pengolahan lebih lanjut. Sementara itu, hasil pengukuran pH dari 10 rumah menunjukkan bahwa rata-rata masih tergolong aman dan berada dalam kisaran standar air bersih.
Koordinator penanggung jawab kegiatan, Muhammad Fahmi Habib Nur dalam siaran pers yang diterima RRI Kamis ,12 Februari 2026 menjelaskan bahwa untuk penggunaan konsumsi, air sumur sebaiknya dimasak hingga mendidih dan dibiarkan beberapa jam sebelum digunakan. Namun demikian, pihaknya lebih menyarankan agar masyarakat mengutamakan penggunaan air minum yang sudah terjamin kualitasnya dibandingkan mengonsumsi air sumur secara langsung, terutama dalam kondisi pascabanjir.
Selain melakukan pengukuran, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan sumber air dan sanitasi lingkungan setelah banjir untuk mencegah risiko gangguan kesehatan. Warga menyambut baik kegiatan ini karena membantu mereka memahami kondisi air yang digunakan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang kesehatan lingkungan Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh Kelompok 61 sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kesehatan dan keselamatan masyarakat Gampong Baloy pascabanjir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....