Perjalanan ke Makam Cut Nyak Meutia Masih Penuh Resiko
- 01 Sep 2025 19:22 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Aceh Utara: Sabtu, 30 Agustus 2025, menjadi hari yang melelahkan bagi tim RRI Lhokseumawe menempuh perjalanan menuju lokasi Makam Pahlawan Nasional, Cut Nyak Meutia di pedalaman Gampong Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara.
Perjalanan ditempuh bersama Komandan Korem (Danrem) 011 Lilawangsa, Kolonel Infanteri, Ali Imran, para Dandim jajaran Makorem Lilawangsa, Ibu Persit, dan Komunitas Motor Trail. Keberangkatan dibagi ke dalam beberapa regu, mulai dari regu roda dua motor trail, dan kendaraan roda empat pickup double cabin bertransmisi 4 While Drive (4WD).
Rombongan motor trail diberangkatkan dari lapangan bola kaki, gampong Alue Rime, sementara rombongan yang menumpangi roda empat diberangkatkan dari Makoramil Pirak Timu. Sementara Danrem bersama pengawalnya, mengendarai kendaraan trail Militer.

Suasana jelang keberangkatan ke Makam Cut Meutia di Makoramil Pirak Timu.
Danrem 011 Lilawangsa, Kolonel Infanteri, Ali Imran mengendarai motor trail.
Lokasi Makam terpencil jauh ke pedalaman Pirak Timu Aceh Utara, berada di tengah-tengah kawasan Hutan Lindung.
Tim RRI Lhokseumawe dipimipin Kepala Stasiun, Antoni, Personil Media Sosial, Kameramen, dan Pilot Drone, serta Reporter. Perjalanan yang harus ditempuh, terbilang tidak mudah.
Bahkan Belasan Double Cabin yang dipesan khusus harus menerabas rute jalan yang sebagian besar masih tanah liat. Motor trail Militer yang dikendarai Danrem Ali Imran juga sempat tersangkut di tanjakan yang berlumpur.

Tersangkut di jalanan berlumpur
Beberapa kali, rombongan kendaraan double cabin yang kami tumpangi, harus mengantri saat menaiki jalan menanjak. Tak jarang, penumpang terpaksa diturunkan untuk mengurangi beban kendaraan ketika hendak menaiki tanjakan berlumpur.


Hampir dua jam lamanya, berada di tengah-tengah lahan perkebunan dan hutan, untuk mencapai posisi jembatan gantung. Karena kendaraan roda empat double cabin yang kami tumpangi hanya berakhir di lokasi jembatan gantung pinggiran hulu sungai Alue Rime.
Selanjutnya, perjalanan kami tempuh dengan berjalan kaki menyusuri pinggiran hulu sungai dan berlawanan dengan arus sungai.

"Perhatikan ya. Kita akan berjalan kaki lebih kurang satu jam lebih. Penuh resiko, jalanan bercampur bebatuan licin. Kalau bisa gunakan sepatu ket, atau sepatu karet. Selain itu, jalurnya masih tergolong hutan rimba, masih banyak binatang buas dan liar, gajah, harimau dan sebagainya. Regu tembak mohon diamankan lokasi, dan berjalan di depan, dan medis paling belakang", ucap Danrem, Ali Imran dalam Brifing menuju ke lokasi Makam Cut Meutia.
(Bersambung)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....