Inilah Cara Jitu Membedakan Madu Asli dan Palsu
- 09 Sep 2025 21:58 WIB
- Lhokseumawe
KBRN,Lhokseumawe : Dalam sebuah dialog Mozaik Indonesia bersama RRI Pro 1 Lhokseumawe, Hasbullah R. S.Ei seorang pemburu madu hutan berpengalaman asal Aceh, membongkar berbagai mitos dan fakta seputar keaslian madu. Hasbullah, yang sudah tujuh tahun menjelajah hutan liar Aceh demi mencari madu terbaik, menyampaikan bahwa cara termudah untuk mengenali madu asli adalah dari harga dan aroma. "Kalau harganya terlalu murah, hampir pasti itu madu palsu. Madu asli, apalagi dari hutan, tidak mungkin murah," ujarnya tegas. Ia menambahkan bahwa madu asli biasanya masih mengandung sarang lebah dan memiliki aroma khas hutan yang kuat.
Mitos-mitos lama seperti membakar madu dengan koran, meneteskan madu ke dalam air, atau menyimpannya di kulkas seringkali dijadikan acuan oleh masyarakat awam. Namun menurut Hasbullah, itu semua belum tentu benar. Ia menyebutkan, "Saya pernah menaruh madu murni hasil panen langsung dari hutan ke dalam kulkas, dan sebagian ada yang mengkristal. Jadi tidak membeku itu bukan jaminan madu itu asli." Bahkan soal madu tidak dikerubungi semut pun dibantahnya. Ia mengaku melihat sendiri saat memanen, sarang madu dikerubuti semut liar di bawah pohon besar. Hal ini membuktikan bahwa banyak faktor yang memengaruhi karakter madu, mulai dari jenis bunga, jenis lebah, hingga kadar air dalam nektarnya.
Ciri paling menonjol dari madu asli menurut Hasbullah adalah aroma hutan yang kuat, keberadaan sarang, serta harga yang wajar sesuai dengan proses dan risiko yang ditempuh untuk mendapatkannya. Ia menjelaskan bahwa lebah hutan mengumpulkan nektar dari beragam jenis bunga liar, sehingga tekstur dan rasa madu bisa sangat bervariasi. Ada yang kental, ada yang lebih cair seperti sirup. Oleh karena itu, madu asli tidak bisa disamaratakan hanya dengan satu uji atau metode tradisional. "Yang penting, kenali sumber madunya, siapa yang memanen, dan bagaimana cara mendapatkannya. Itu yang menentukan keaslian," katanya.
Hasbullah juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan tidak terjebak pada metode lama yang belum tentu relevan. Madu asli bukan soal uji coba sederhana, melainkan soal kepercayaan terhadap sumber dan pemahaman akan proses alam. Dengan makin maraknya madu palsu di pasaran, ia berharap edukasi seperti ini bisa membantu konsumen memilih dengan bijak. Karena sejatinya, madu hutan bukan hanya soal rasa dan manisnya, tapi juga soal keaslian alam yang dijaga oleh para pemburunya.