Menghisap Jari Saat Terluka, Benarkah Bikin Cepat Sembuh?
- 26 Agt 2025 23:39 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Pernah nggak sih, waktu jari kita teriris pisau saat motong bawang atau kertas, refleks langsung dimasukin ke mulut? Banyak orang melakukan ini tanpa sadar. Rasanya memang seperti sedikit meredakan nyeri. Tapi, apakah kebiasaan menghisap jari yang terluka benar-benar bisa bikin cepat sembuh, atau justru berbahaya?
Menurut Siti Marlina, S.Kep., seorang perawat di rumah sakit, air liur manusia memang mengandung beberapa zat yang bisa membantu penyembuhan luka kecil. “Dalam air liur terdapat enzim lisozim yang mampu melawan bakteri, serta senyawa histatin yang dapat membantu mempercepat proses perbaikan jaringan,” jelasnya. Jadi, secara alami tubuh memang punya mekanisme perlindungan sendiri.
Namun, jangan buru-buru menganggap air liur sebagai obat mujarab. Perawat Marlina menegaskan bahwa di dalam mulut juga ada banyak bakteri yang bisa memperburuk luka. Apalagi jika luka cukup dalam, risiko infeksi bisa lebih besar. “Air liur memang punya sifat penyembuh, tapi juga jadi sarang kuman. Jadi, memasukkan jari yang luka ke mulut justru bisa membuat luka semakin sulit sembuh,” tambahnya.
Selain itu, refleks menghisap jari saat terluka sebenarnya lebih ke arah insting untuk mengurangi rasa sakit. Saat jari terkena air liur, dinginnya membuat otak mengalihkan fokus dari nyeri. Jadi efeknya lebih ke psikologis, bukan sepenuhnya medis. Itu sebabnya banyak orang merasa lebih lega setelah melakukannya, meski belum tentu benar-benar mempercepat penyembuhan luka.
Cara yang paling aman, menurut perawat Marlina, adalah segera membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun. Setelah itu, keringkan dengan kain bersih atau tisu, lalu tutup dengan plester bila diperlukan. Kalau lukanya cukup dalam atau berdarah terus-menerus, segera ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Jadi, jangan hanya mengandalkan “obat alami” dari air liur.
Kesimpulannya, menghisap jari saat terluka mungkin memberi sedikit rasa lega, tapi bukan solusi utama untuk penyembuhan. Justru, ada risiko infeksi yang lebih besar. Jadi, sebaiknya kita tetap mengutamakan cara medis yang benar agar luka cepat sembuh tanpa masalah.