Suplemen Kunyit, Risiko Rusak Liver

  • 24 Mei 2025 18:23 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Kunyit dikenal luas sebagai rempah kuning yang kaya manfaat. Kandungan kurkumin di dalamnya menjadikan kunyit populer sebagai bahan antiperadangan alami, sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan kini juga dijual dalam bentuk suplemen. Namun, tak banyak yang tahu bahwa konsumsi suplemen kunyit berlebihan dapat berisiko menimbulkan gangguan hati.

Kasus Nyata dari Konsumsi Suplemen

Seorang perempuan berusia 71 tahun di Arizona, Amerika Serikat, dilaporkan mengalami gangguan fungsi hati setelah delapan bulan rutin mengonsumsi suplemen kunyit. Perempuan tersebut awalnya terdorong untuk mengonsumsi suplemen karena membaca klaim bahwa kunyit mampu mencegah stroke. Namun, seiring waktu, pemeriksaan medis menunjukkan adanya peningkatan enzim hati, yang merupakan indikator awal kerusakan organ tersebut.

Diagnosis lanjutan menyatakan ia mengalami hepatitis autoimun, kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang hati. Menariknya, saat ia berhenti mengonsumsi suplemen kunyit selama tiga bulan, kadar enzim hatinya kembali menurun.

Apa Penyebabnya?

Para peneliti menduga bahwa bukan kunyit dalam bentuk alami yang bermasalah, melainkan ekstrak dalam suplemen. Hal ini dijelaskan oleh Jay Hoofnagle, peneliti dari Divisi Penyakit Pencernaan dan Nutrisi di NIDDK, yang menyoroti perbedaan antara kunyit alami dan suplemen modern. Menurutnya, kunyit dalam bentuk rempah biasa sulit diserap oleh tubuh, sedangkan banyak suplemen telah dimodifikasi agar penyerapannya lebih tinggi.

Meski belum ada kesimpulan mutlak, beberapa studi telah mengaitkan kurkumin dengan kasus cedera hati. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The American Journal of Medicine tahun 2023, ditemukan 10 kasus cedera liver terkait konsumsi suplemen kunyit. Bahkan, salah satu pasien meninggal akibat gagal hati akut.

Kandungan Fenol yang Perlu Diwaspadai

Kandungan fenol dalam kurkumin juga dicurigai menjadi faktor yang memicu kerusakan hati. Senyawa ini sebelumnya juga ditemukan dalam teh hijau dan herbal lain yang telah dilaporkan berdampak negatif pada hati dalam beberapa kasus.

Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya kunyit, tapi senyawa aktif tertentu dalam tanaman herbal yang berpotensi menimbulkan efek samping jika dikonsumsi dalam bentuk pekat dan dalam jangka panjang.

Perbedaan Rempah dan Suplemen

Perlu disadari bahwa mengonsumsi kunyit sebagai bumbu masakan sangat berbeda dengan mengonsumsi suplemen kurkumin yang telah diproses secara intensif. Dosis dalam suplemen bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dosis alami yang diperoleh dari makanan sehari-hari.

Hoofnagle mengingatkan bahwa dalam konteks biologis, lebih banyak tidak selalu lebih baik. “Dalam tubuh, yang penting adalah dosis yang pas. Dosis berlebihan justru bisa memperbesar risiko efek samping,” ujarnya.

Meski kunyit memiliki manfaat yang terbukti secara ilmiah, konsumsi dalam bentuk suplemen harus dilakukan dengan hati-hati. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, apalagi jika Anda sudah menggunakan obat-obatan lain. Keseimbangan dan kehati-hatian adalah kunci untuk memaksimalkan manfaat tanpa mengorbankan kesehatan organ vital seperti hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....