Mitos Nasi Sebagai Pencetus Obesitas

  • 16 Des 2024 07:13 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Belum jelas makannya, kalau belum makan nasi! Ya, ungkapan tersebut menjadi kalimat doktrin nyata bagi kebanyakan orang Indonesia, karena nasi adalah makanan pokok kita. Bahkan, banyak pula yang beranggapan bahwa makan tanpa nasi tidak akan membuat kenyang.

Sementara ada pula tanggapan yang percaya bahwa cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan menghindari konsumsi nasi.

Benar memang, bahwa nasi adalah makanan pokok dan sumber karbohidrat. Namun, banyak orang menganggap nasi sebagai penyebab banyak penyakit, seperti diabetes dan obesitas. Fakta yang harus kita telusuri tentang nasi adalah bagian penting dari pola makan yang seimbang dan bergizi. Rendah lemak dan gula, mudah dicerna, bebas gluten dan sumber vitamin B yang baik. Gejala sembelit penting dikenali untuk mendukung upaya diagnosis dini dan pengobatan sesegera mungkin gangguan pencernaan ini.

Sebagai salah satu makanan padat energi, beberapa varietas beras merupakan gudang nutrisi bermanfaat lainnya seperti magnesium, fosfor, mangan, selenium, dan zat besi. Nasi adalah makanan berkarbohidrat tinggi yang menyediakan energi bagi tubuh. Serat dalam nasi membantu mengatur pencernaan, dan protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan. Selain itu, asam amino dalam nasi membantu memecah kandungan lemak yang tersimpan dalam tubuh.

Kandungan vitamin B pada nasi lah yang memainkan peran penting dalam metabolisme lemak dan mencegah kembung. Mengkonsumsi nasi membantu menyeimbangkan kadar hormon, yang sangat penting dalam mengurangi lemak perut. Nasi juga membantu mengatur resistensi leptin, mencegah individu makan berlebihan dan menambah berat badan.

Tak sedikit pula orang yang mendebatkan nilai gizi antara nasi merah dan nasi putih. Jika ingin menurunkan berat badan tanpa meninggalkan nasi, biasanya orang-orang lebih memilih konsumsi nasi merah. Sebenarnya, nasi merah adalah nasi yang terbuat dari beras yang hanya dikupas lapisan luarnya saja. Oleh karena itu, nasi merah mengandung nutrisi lebih banyak. Dengan kata lain, kandungan serat, protein, vitamin, dan mineral dalam beras merah lebih tinggi daripada nasi putih.

Selain itu, nasi merah juga memiliki antioksidan yang lebih tinggi. Meski nutrisinya lebih tinggi, kansungan nutrisinya juga bisa berkurang akibat suhu dan waktu perendaman yag terlalu lama. Di sisi lain, kandungan serat beras merah yang terlalu tinggi bisa memicu gangguan kesehatan bagi orang yang sudah memiliki masalah pencernaan.

Sebenarnya, nasi tidak akan membuat berat badan kita naik. berat badan kita bisa naik jika porsi makan kita berlebihan. Semua makanan bermanfaat bagi kesehatan dengan satu atau lain cara, tetapi kuantitasnya dapat menangkal manfaatnya.

Demikian pula, nasi dapat menyebabkan kenaikan berat badan saat Anda mengonsumsi lebih dari yang Anda butuhkan. Sebagai kelompok makanan tinggi karbohidrat, indeks glikemik nasi sedikit tinggi, yaitu 64.

Efeknya nasi dapat meningkatkan kadar gula darah dan memengaruhi fungsi insulin. Itulah sebabnya, orang yang memiliki diabetes disarankan untuk mengurangi konsumsi nasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....