Dentuman Rapai Pase Hidupkan Semangat Milad 800 Pasai
- 08 Sep 2026 07:48 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Dentuman rapai menggema dan langsung menyita perhatian masyarakat dalam pembukaan Milad ke-800 Samudera Pasai/Aceh Utara. Sebanyak 50 pemukul daboh Rapai Pase tampil mengenakan pakaian serba putih, menghadirkan pertunjukan seni tradisi Aceh yang penuh energi dan memukau.
Tabuhan rapai yang dimainkan secara serentak berpadu dengan gerakan para pemain, menciptakan suasana meriah di tengah perayaan sejarah besar Samudera Pasai. Penampilan tersebut menjadi salah satu tontonan yang paling menarik perhatian masyarakat yang hadir.
Menariknya, para pemain Rapai Pase tidak hanya berasal dari kalangan orang tua. Sejumlah anak muda juga ikut ambil bagian, menunjukkan bahwa kesenian tradisional Aceh masih hidup dan terus diwariskan kepada generasi penerus.

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah, mengatakan penampilan seni tersebut merupakan bagian dari rangkaian 800 Piasan Pase dalam memeriahkan Milad ke-800 Samudera Pasai.
“Ini merupakan rangkaian dari 800 Piasan Pase. Kita ingin memperlihatkan bahwa seni dan budaya Aceh masih hidup, dan generasi muda juga ikut mengambil bagian,” ujar Ayah.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kesenian tradisional menjadi hal penting untuk memastikan warisan budaya Aceh tidak berhenti pada satu generasi. Seni tradisi harus terus diberikan ruang agar tetap dikenal, dimainkan dan dicintai oleh masyarakat.
Penampilan 50 pemukul daboh Rapai Pase pun bukan sekadar hiburan. Dentuman rapai menjadi bagian dari semangat masyarakat Aceh Utara dalam mengenang kejayaan Samudera Pasai sekaligus menghidupkan kembali kekayaan seni budaya daerah.
Bagi masyarakat yang menyaksikan, suara rapai yang menggema seolah membawa suasana masa lalu ke tengah perayaan hari ini. Tradisi yang diwariskan para indatu kembali hadir melalui tangan para pemain, termasuk anak-anak muda yang tampil penuh semangat.
Milad ke-800 Samudera Pasai akhirnya tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga panggung untuk menunjukkan bahwa budaya Aceh masih berdetak, diwariskan, dan terus hidup bersama generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....