Piasan Pase 2026 Siap Guncang Aceh Utara
- 03 Sep 2026 22:52 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Delapan abad perjalanan Aceh Utara akan dirayakan melalui gelaran akbar Piasan Pase 2026. Selama tujuh hari tujuh malam, kawasan Landing, Kecamatan Lhoksukon, bakal menjadi pusat perayaan sejarah, budaya, kuliner, keagamaan hingga hiburan masyarakat.
Piasan Pase 2026 digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-800 Kabupaten Aceh Utara, dengan pusat kegiatan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, mulai 7 hingga 13 September 2026.
Namun, kemeriahan peringatan tersebut telah dimulai sehari sebelumnya. Pada 6 September 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke kompleks makam Sultan Malik Al-Shaleh dan Ratu Nahrasyiah di Kecamatan Samudera. Ziarah akan dirangkai dengan pembacaan Al-Qur'an, Samadiyah dan tahlil, serta Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Utara.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa), menyebut usia 800 tahun bukan sekadar angka, tetapi perjalanan panjang sebuah peradaban yang memiliki jejak penting dalam sejarah Aceh, Nusantara bahkan dunia.
800 Rapa'i Pase Meriahkan Puncak Harlah
Memasuki 7 September, kemeriahan mencapai salah satu momentum utama. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyiapkan upacara puncak Harlah, pembukaan expo serta pertunjukan kolosal yang melibatkan 800 penampil Rapa'i Pase.
Penyambutan Menteri Kebudayaan RI bersama rombongan dari Jakarta juga menjadi bagian dari agenda yang dipersiapkan dalam perayaan delapan abad Aceh Utara.
Sehari berselang, 27 kecamatan di Aceh Utara akan menunjukkan kekayaan kuliner daerah melalui Festival dan Lomba Kuliner Kenduri Kuah Kari Pase.
Agenda pada 8 September juga diisi seminar, lomba peradilan adat serta kegiatan yang berkaitan dengan Museum Pase. Festival ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali kuliner tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat Aceh Utara.
Sejarah, Pertanian dan Budaya Berpadu
Pada 9 September, rangkaian Piasan Pase semakin beragam. Expo Inovasi Pertanian dan Mitigasi Bencana, olahraga tradisional hingga pementasan drama sejarah Sultan Malik Al-Shaleh dijadwalkan mengisi kegiatan.
Nuansa keagamaan dan kepedulian sosial kemudian mendapat porsi besar pada 10 September. Sejumlah perlombaan keagamaan seperti baca kitab kuning, Fahmil dan Syarhil Qur'an akan digelar.
Pemerintah juga menyiapkan santunan bagi 800 anak yatim, dilanjutkan Malam Dzikir Akbar dan Shalawat.
Pada 11 September, masyarakat diajak terlibat dalam gotong royong, donor darah serta penanaman 800 pohon. Hari tersebut juga dimeriahkan fashion show busana adat bermotif Pase dan Grand Final Duta Wisata.
Kenduri Rakyat hingga Pasar Murah
Memasuki 12 September, masyarakat akan disuguhkan kegiatan jalan santai, sepeda santai dan permainan tradisional. Kegiatan dilanjutkan dengan Kenduri Rakyat serta panggung seni.
Piasan Pase 2026 ditutup pada 13 September melalui pasar murah pangan, pertunjukan kolosal, pengumuman pemenang berbagai perlombaan serta seremoni penutupan.
Lebih dari sekadar seremoni, Piasan Pase 2026 dirancang menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, budaya, agama, ekonomi masyarakat dan hiburan.
Keberadaan expo, festival kuliner, UMKM serta berbagai pertunjukan diharapkan membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan potensi Aceh Utara kepada masyarakat yang hadir.
Sejarah Samudera Pasai menjadi benang merah dalam perayaan delapan abad tersebut. Jejak kejayaan masa lalu diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi terus dikenalkan kepada generasi muda.
Dengan konsep tujuh hari tujuh malam, Piasan Pase 2026 diproyeksikan menjadi salah satu perhelatan terbesar Aceh Utara tahun ini—merayakan 800 tahun perjalanan Pase dengan semangat menjaga sejarah, merawat budaya dan menghidupkan kebersamaan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....