Grup Rapai Raja Siwah Ikut Meriahkan Festival Canang Ceureukeuh 2026

  • 24 Jun 2026 17:36 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Grup Rapai Raja Siwah dari Desa Alue, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, ikut memeriahkan Festival Canang Ceureukeuh 2026, yang digelar Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama Yayasan Jinoe dengan dukungan Kementerian Pariwisata. Kegiatan yang beralangsung di aula serba guna Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah, Lhokseumawe, Selasa 23 juni 2026.

Kehadiran Grup Rapai Raja Siwah memberikan warna dan semangat tersendiri bagi perhelatan budaya tahun ini. Penampilan mereka berhasil mencuri perhatian penonton dalam acara tersebut dan dinilai menjadi salah satu magnet utama yang menarik antusiasme penonton khususnya mahasiswa sebagai generasi penerus.

Selain menunjukkan kekompakan, serta semangat kebersamaan, turut menampilkan atraksi top daboih (dabus) atau pertunjukan tradisional kekebalan tubuh terhadap senjata tajam yang berasal dari Aceh, dengan menusuk-nusukkan benda tajam seperti rencong dan pedang, ke berbagai bagian tubuh, yang dimainkan oleh orang propesional.

Panitia kegiatan sekaligus pembina Yayasan Jinoe Romadhan, menyebutkan festival Canang Ceureukeuh ini, bukan sekadar ajang hiburan visual dan seni belaka, melainkan media pembelajaran nyata.

“Kehadiran Rapai Raja Siwah menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival ini. Kami sangat mengapresiasi penampilan mereka yang luar biasa dan sangat menghibur para pengunjung yang hadir apalagi ada atraksi top daboih (dabus," kata Romadhan.

Disebutkan festival ini mengusung tema "Suara Harmoni dari Teluk Samawi" merupakan wadah strategis untuk memperkenalkan kembali Canang Ceureukeuh—alat musik tradisional khas Lhokseumawe yang kini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), menjadi ruang kolaborasi antara seni, budaya, pendidikan, dan masyarakat.

“Melalui rangkaian kegiatan berupa Seminar Kebudayaan, pertunjukan seni, dan Dialog Budaya Kaum Muda, bisa memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi, sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda agar lebih mencintai dan menghargai nilai-nilai budaya lokal .”harapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....