Manfaatkan Era Digital, Pemuda Lhokseumawe Ajak Anak Muda Rawat Budaya Aceh

  • 20 Jun 2026 16:02 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Di tengah gempuran modernisasi dan teknologi yang kian masif, tantangan untuk menjaga eksistensi budaya daerah menjadi tanggung jawab besar bagi generasi muda. Alih-alih menjadi ancaman, perkembangan teknologi di era digital saat ini justru dinilai sebagai peluang emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya ke panggung yang lebih luas.

Pemuda asal Kota Lhokseumawe Faizan Rianda menyebutkan diera digital tidak boleh membuat masyarakat, khususnya anak muda, melupakan akar budaya mereka sendiri. Sebaliknya, media sosial dan teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat peraga yang efektif.

"Di era digital seperti sekarang, budaya jangan sampai terlupakan. Justru media sosial dan teknologi bisa jadi cara yang mudah untuk mengenalkan budaya kepada lebih banyak orang," kata Faizan, Sabtu, 20 Juni 2026.

Faizan juga merupakan Co- Founder Seribu Karsa menambahkan, bahwa kontribusi nyata dari generasi muda tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Aksi-aksi kecil yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia maya justru memiliki dampak yang sangat signifikan.

“Sebenarnya ada beberapa langkah sederhana yang bisa dipraktikkan oleh anak muda saat ini, diantaranya membuat dan membagikan konten kreatif tentang kebudayaan, khususnya kebudayaan Aceh, kemudian memperkenalkan keindahan tari tradisional seperti Tari Saman melalui platform video pendek.”jelasnya

Selain itu, harus menunjukkan Kebanggaan Identitas, yaitu dengan mengenakan pakaian adat pada acara-acara tertentu untuk menunjukkan identitas bangsa, dan juga menggunakan bahasa Aceh atau bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari maupun saat membuat konten (ngonten), sehingga bisa membantu menjaga budaya agar tetap hidup.

“Untuk mengikuti perkembangan zaman merupakan hal yang sangat penting agar tidak tertinggal. Namun, hal itu harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga warisan leluhur, dengan keseimbangan tersebut, budaya Aceh dan budaya Indonesia secara umum akan tetap dikenal serta dapat diwariskan dengan baik kepada generasi berikutnya. Apalagi sekarang semua serba digital, sehingga terbuka lebar dan jauh lebih mudah," pungkasnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....