Museum Aceh Hadirkan “Hands of Time”, Mengungkap Jejak dan Identitas Budaya

  • 18 Jun 2026 15:10 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - UPTD Museum Aceh resmi membuka pameran temporer bertajuk “Hands of Time: Tangan-Tangan Terampil, Komoditas, Kekuatan, dan Identitas Aceh” pada Kamis 18 Juni 2026 di Gedung Pameran Temporer Lantai 2 Museum Aceh.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 65 tamu undangan yang didominasi oleh kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh. Pameran ini menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi atas perjalanan sejarah Aceh sebagai kawasan strategis dalam jalur perdagangan maritim dunia.

Selama berabad-abad, Aceh dikenal sebagai daerah yang melahirkan beragam karya hasil tangan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi, seni, dan budaya. Melalui tema Hands of Time, Museum Aceh menghadirkan berbagai koleksi yang merepresentasikan keterampilan masyarakat Aceh dalam mengolah sumber daya alam menjadi karya bernilai tinggi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Aceh, Dedy Yuswadi, yang diwakili oleh Kepala UPTD Museum Aceh, Arif Arham, menyampaikan bahwa sejarah Aceh tidak hanya dibentuk oleh kerajaan dan peristiwa-peristiwa besar, tetapi juga oleh keterampilan masyarakatnya dalam mengolah hasil alam menjadi komoditas, karya seni, dan simbol budaya.

“letak Aceh yang strategis di jalur perdagangan dunia telah menjadikan berbagai hasil karya masyarakatnya sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah dan peradaban kawasan ini,” Katq Arif.

Arif menjelaskan bahwa melalui pameran ini, Museum Aceh ingin mengajak masyarakat melihat bahwa tangan bukan sekadar alat bekerja, melainkan sumber kreativitas, pengetahuan, dan identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berbagai koleksi yang dipamerkan menjadi bukti nyata bagaimana keterampilan masyarakat Aceh telah melahirkan karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat jati diri budaya daerah.

“Melalui pameran ini, kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menjadikannya sebagai ruang pembelajaran, apresiasi, dan inspirasi untuk semakin mengenal serta mencintai warisan budaya Aceh,” ujar Arif Arham.

Pada kesempatan tersebut, Arif Arham juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pameran Temporer Museum Aceh Tahun 2026, mulai dari komunitas, lembaga pelestarian budaya, akademisi, hingga mitra dari berbagai perguruan tinggi di Aceh.

kolaborasi lintas sektor merupakan bagian penting dalam upaya menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya daerah,” tegas Arif.

Melalui penyelenggaraan pameran ini, Museum Aceh kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang pelestarian, edukasi, dan pengembangan budaya yang menghubungkan warisan masa lalu dengan inspirasi bagi masa depan serta mendorong masyarakat untuk terus menghargai kreativitas dan keterampilan yang menjadi bagian dari identitas Aceh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....