Pedagang Plastik Keluhkan Lonjakan Harga akibat Konflik Global
- 05 Apr 2026 06:51 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Pedagang plastik di Kota Lhokseumawe mengeluhkan lonjakan harga berbagai jenis plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tersebut diduga dipicu dampak konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang berimbas pada distribusi dan harga bahan baku.
Mansyur (46), seorang pedagang di Toko Mitra Plastik Pajak Inpres Lhokseumawe, mengaku harga plastik mulai mengalami kenaikan signifikan sejak bulan Ramadan. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun dan aktivitas perdagangan menjadi lesu.
“Sejak Ramadan harga plastik naik drastis. Pembeli jadi sepi karena harga sudah terlalu mahal,” ujar Mansyur saat diwawancarai RRI, Sabtu, 4 April 2026.
Ia merinci, harga kantong plastik jenis PE yang sebelumnya harganya berada di kisaran 25 Ribu rupiah per pak mengalami kenaikan menjadi Rp48 ribu per pak atau per satu kilogram. Sementara itu, kantong plastik jenis PP yang awalnya harganya 30 ribu juga mengalami kenaikan bertahap menjadi Rp34 ribu hingga mencapai Rp48 ribu.
Kenaikan serupa terjadi pada kantong plastik jenis HD yang sebelumnya dijual di kisaran Rp30 ribu hingga Rp38 ribu, kini melonjak hingga Rp48 ribu. Tidak hanya itu, kantong plastik laundry yang sebelumnya dijual Rp38 ribu per pak kini menjadi Rp52 ribu.
Selain kantong plastik, harga produk lainnya seperti cup gelas plastik juga naik dari Rp8 ribu menjadi Rp12 ribu, sedangkan kantong asoy meningkat dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu. Secara umum, kenaikan harga mencapai sekitar 50 persen bahkan mendekati dua kali lipat untuk beberapa jenis produk.
Mansyur yang telah lima tahun berjualan ini mengaku selama ini dirinya mengambil pasokan bahan dari Kota Medan. Kenaikan plastik ini menurutnya dirasa sangat memberatkan. Ia berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang mampu menstabilkan harga. “Kami berharap harga bisa kembali normal dan pemerintah bisa membantu meringankan beban pedagang serta masyarakat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....