Harga Emas Dunia Naik, Harga Emas Perhiasan di Aceh Utara Justru Turun

  • 26 Feb 2026 02:44 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe-Harga emas dunia kembali menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Penguatan harga dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar dolar AS.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi di sejumlah toko emas di Kabupaten Aceh Utara, di mana harga emas perhiasan dilaporkan mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan pasar internasional, harga emas dunia yang menjadi acuan, seperti pada perdagangan di New York Mercantile Exchange, mengalami kenaikan signifikan.Kenaikan ini umumnya berdampak langsung pada harga emas batangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski demikian, pedagang emas di kawasan Lhoksukon dan sekitarnya menyebutkan bahwa harga emas perhiasan lokal justru turun dalam sepekan terakhir. Penurunan drastis hingga Rp. 100.000-150.000 permayam.

Pantauan di toko mas Intan Krueng Geukueh Aceh Utara, Rabu 25 Februari 2026, harga beli emas murni AA Rp. 8.000.000, padahal sehari sebelumnya Rp.8.150.000. Begitu juga dengan harga beli emas London Rp.7.800.000, sebelumnya harga beli London Rp. 7.950.000.

Pedagang emas di Aceh Utara mengatakan, turunnya harga perhiasan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain daya beli masyarakat yang cenderung menurun pasca musim belanja besar, persaingan antar toko juga membuat harga lebih fleksibel.

“Kalau emas batangan memang ikut harga dunia. Tapi kalau perhiasan, ada ongkos produksi dan strategi pasar. Saat permintaan sepi, harga bisa kami sesuaikan,” ujar Razali.

Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut memengaruhi harga emas di dalam negeri. Ketika rupiah menguat, harga emas lokal bisa tertahan meskipun harga dunia naik.

Fenomena ini dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membeli perhiasan sebagai investasi jangka panjang. Warga menilai momen turunnya harga perhiasan di tengah kenaikan emas dunia menjadi peluang menarik, terutama menjelang momen hajatan dan kebutuhan Ramadhan.

Pengamat ekonomi lokal menilai kondisi ini wajar terjadi karena mekanisme pasar emas perhiasan tidak sepenuhnya mengikuti harga emas dunia secara real-time. Faktor stok lama, margin keuntungan, dan strategi promosi turut menentukan harga jual di tingkat daerah.

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau tetap cermat sebelum membeli emas, baik untuk kebutuhan investasi maupun perhiasan, serta memantau pergerakan harga secara berkala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....