Keukarah 'Mak Ni' Kue khas Aceh Utara Sudah Dipasarkan Ke luar Negeri
- 12 Apr 2023 21:19 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Aceh Utara : Kue Keukarah ialah kue kering khas Aceh dengan cita rasa yang gurih, manis dan renyah berbentuk bulan sabit tau seperti sarang burung, makanan ringan dari Aceh memang selalu sukses memanjakan lidah siapapun yang menikmatinya.
Salah satunya adalah kue keukarah, ‘Mak Ni’, yang diproduksi di Gampong Cibrek, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara. menjelang hari raya Kue Kering ini mulai diincar warga menjelang lebaran, karena bentuknya yang unik, kue ini sering dijadikan oleh-oleh yang bisa dibawa ke mana saja.
Keukarah buatan Mak Ni yang dimulai sejak tahun 1982 bentuknya kecil dengan panjang sekitar 8 cm, lebih kecil dari ukuran kue Keukarah pada umumnya yaitu sekitar 15 cm, kecuali pesanan khusus, Keukarah ini bisa ditemui di pasar-pasar tradisional Aceh maupun di toko-toko souvenir sebagai oleh-oleh khas Aceh dan Keukarah buatan Mak Ni mulai dipasarkan luar daerah dan luar Negeri.
Nuraini sapaan Mak Ni (60) mengatakan usaha kue keukarah nya sudah dimulai sejak tahun 1982, yang diwariskan secara turun-temurun dari neneknya, hingga kini usaha pembuatan kue Keukarah dilanjutkan oleh anak-anaknya.
"Meskipun usaha ini mulai di kembangkan oleh anak, saya masih tetap terlibat di bagian produksi, saat ini ada 4 pekerja yang sudah mahir cara membuat kue Keukarah, dalam satu hari berhasil memproduksi sebanyak 800- 1000 keukarah,”kata Mak Ni, Rabu (12/4/2023).
Sementara, Muhammad Rizal (30), anak Mak Ni yang sedang menggeluti bisnis di bidang pembuatan kue tradisional khas Aceh bernama Keukarah menceritakan, usaha Keukarah Ibunya di mulai pada tahun 1982, hingga saat ini usaha keukarah telah melebarkan sayapnya ke seluruh Aceh bahkan pasar nasional.
“Awal mula ketertarikan saya menjalani usaha itu, ketika mengikuti pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Aceh Utara dan Banda Aceh, jadi agar membuahkan hasil dan ilmunya tidak hilang, saya memilih mengembangkan usaha kue Keukarah,”kata Muhammad Rizal.
Muhammad Rizal menambahkan, berkat usaha yang sudah dijalankan selama tujuh tahun tersebut, anak dari pasangan Nuraini dan Abdul Wahab itu saat ini mampu memperkenalkan kue khas Provinsi Aceh, khususnya Keukarah Makni dengan ciri khas keacehan yang enak, gurih dan renyah ini mulai dipasarkan dan menerima pesanan orderan lewat online, melalui akun Instagram ‘Keukarah Makni Aceh’ ke sejumlah daerah bahkan luar daerah.
"Sekarang ini banyak yang pesan dari luar Aceh, diantaranya Jakarta dan Papua Barat Sementara harganya dalam satu kemasan besar harganya Rp25 ribu dengan isi 20 pcs, sedangkan kemasan kecil harga Rp 20 Ribu dengan isi 15 pcs."terangnya.
Lanjut Alumni IAIN Lhokseumawe, kini keukarah Mak Ni menjadi salah satu UMKM binaan PT Pema Global Energi (PGE). PT PGE membantu fasilitas alat dan bahan pembuatan kue. selama bulan puasa dan menjelang hari raya pesanan meningkat dibandingkan hari biasa, sedangkan omset mencapai Rp 5 juta sampai Rp 7 juta perbulan, sedangkan hari biasa omset mencapai Rp 3 juta sampai Rp 5 juta.
“Usaha kue yang dimulai dari usaha rumahan, dimulai dari pesanan tetangga dan sanak keluarga, kini mulai bangkit. Keukarah Mak Ni telah mengantongi izin dan Sertifikat Halal pada tahun 2020, kita harap semakin banyak UMKM yang memproduksi berbagai kue khas Aceh, terutama khas Aceh Utara. “harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....