Banjir Ganggu Distribusi, Pasar Inpres Alami Kelangkaan Komoditas
- 02 Des 2025 16:44 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Pantauan harga bahan pokok di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe pada Selasa (2/11/2025) menunjukkan penurunan dan kelangkaan pada sejumlah komoditas. Kondisi ini diduga terkait dampak banjir yang melanda beberapa kawasan di Lhokseumawe dan wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir, yang mengganggu jalur distribusi barang.
Salah seorang pedagang Pasar Inpres yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan beberapa pemasok terlambat masuk ke kota akibat sejumlah ruas jalan tergenang dan sulit dilalui.
“Sejak banjir, mobil angkutan sayur banyak yang terhambat. Itu membuat pasokan berkurang dan harga jadi ikut naik,” ujarnya.
Harga cabai merah masih bertahan pada level tinggi, yakni Rp95.000–100.000 per kilogram.
“Cabai paling susah masuk sejak banjir. Permintaan tinggi, tapi barang sedikit,” jelasnya.
Untuk bumbu dapur lain, bawang merah dijual Rp45.000–50.000/kg. Sementara tomat menjadi komoditas yang langka di Pasar Inpres hari ini.
“Tomat ada, tapi sangat sedikit apalagi telur sudah beberapa hari kosong, makanya banyak lapak kosong,” katanya.
Harga kebutuhan protein hewani juga bervariasi yakni Ayam broiler: Rp60.000–65.000/kg, Udang ukuran sedang: Rp50.000–80.000/kg, Ikan Dencis: Rp45.000–50.000/kg, Cumi: Rp70.000–75.000/kg, Ikan Tongkol: Rp35.000–40.000/kg, dan Tuna ukuran sedang: Rp45.000–50.000/kg.
Sementara itu, minyak goreng berada pada kisaran Rp18.000–22.000 per liter. Dirinya mengimbau pembeli untuk menyesuaikan kebutuhan karena stok beberapa komoditas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi banjir.
“Kalau hujan deras lagi dan jalur belum normal, harga bisa berubah. Kami pedagang hanya menunggu pasokan lancar,” katanya.
Banjir yang melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir memang berdampak besar pada distribusi pasar, terutama untuk sayur mayur dan ikan segar yang membutuhkan suplai harian. Dari pemantauan RRI, harga diperkirakan terus berubah hingga kondisi banjir benar-benar surut dan jalur logistik kembali stabil. (GEN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....