Suka Duka Menjadi Supir, Tidur di Bagasi

  • 16 Agt 2024 15:46 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Mengemudikan kendaraan untuk menjemput penumpang dan mengantar mereka ke tujuan terkadang mereka mengantar penumpang ke beberapa lokasi.

Walau sudah mematuhi semua peraturan lalu lintas, namun masih ada saja masyarakat yang selalu menyalahkan sopir HiAce setiap terjadi kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab utama.

Mula Pratama (37), menceritakan kepada rri.co.id bahwa dalam profesi ini terdapat suka duka menjadi sopir HiAce, dengan rute Medan-Banda Aceh, mengatakan dirinya sebisa mungkin harus membagi waktu dengan tepat agar tetap terhubung dengan keluarga.

"Biasanya saya sudah tiba di loket Medan jam 09.00 pagi, kemudian jam 10.00 langsung menuju rumah untuk bertemu anak istri sampai sore hari. Balik lagi ke loket untuk perjalanan ke Banda Aceh, setiba di Banda Aceh baru istirahat lagi di tempat yang sudah disediakan".

Mula pertama mengatakan jika menjadi sopir harus sudah siap dengan hal tersebut. Untuk libur tidak bisa ditentukan ingin Sabtu atau Minggu kemudian untuk jam kerja juga tidak seperti orang kerja kebanyakan yang berangkat pagi pulang sore.

"Kita itu pada dasarnya pelayanan, ya harus siap misalnya mobil harus berangkat pada jam yang sudah ditentukan oleh loket, jadi keluarga di nomor 2 kan konsekuensinya", kata Mula.

Selain itu, tidur di bagasi mobil adalah pilihan ketika kursi penumpang penuh dengan jumlah bangku yang tersedia. "Kecuali ada kursi penumpang yang kosong, itu bisa jadi tempat sopir 2 untuk istirahat. Jadi , kalau kursi penumpang penuh, ya tempat tidur atau istirahat sebelum gantian nyetir yaitu di atas barang-barang penumpang atau di bagasi", jelas Mula.

Namun ia mengakui bahwa profesi ini dijalankan dengan penuh sukacita dan tanggung jawab karena ini merupakan profesi yang sudah lama digeluti dan dari profesi inilah ia dapat menafkahi keluarganya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....