Suka Duka Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran

  • 20 Jul 2024 19:24 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Tugas pemadam bukan hanya pada pemadaman kebakaran semata, namun juga penanganan bencana alam, penyelamatan korban, serta penanganan bahan berbahaya dan beracun. Para petugas damkar dituntut untuk memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan yang mumpuni dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Muttaqin (39) , seorang petugas pemadam kebakaran di perusahaan PT. PAG (Perta Arun Gas), kepada tim rri.co.id menceritakan pengalamannya yang sudah 13 tahun berprofesi sebagai petugas pemadam kebakaran, sejak tahun 2011 lalu. Banyak suka dan duka yang ia rasakan.

"Kalau bicara duka, sebenarnya menjadi seorang petugas pemadam kebakaran atau damkar itu profesi yang berisiko tinggi. Bukan hal yang mudah untuk menjadi penjinak api. Butuh kekuatan fisik dan psikis karena harus siap. Kapan pun dibutuhkan saat terjadi kebakaran atau bencana lainnya harus siap terjun ke lapangan," kata Muttaqin.

Belum lagi saat warga tidak mau tahu alasan pemadam terlambat datang. Jadi sewaktu Petugas pemadam kebakaran datang ke tempat kejadian agak terlambat truk pemadam sering dilempar oleh warga yang kesal. Hal tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan saat memadamkan api.

Meski begitu, banyak yang bangga menjadi seorang petugas damkar. Sebab keselamatan banyak orang ada di tangan petugas damkar saat terjadi kebakaran. “ Termasuk saya, adalah seorang yang bangga dengan tugas ini. Saya berani mengorbankan apa saja demi profesi ini walaupun itu nyawa saya sendiri,” tutup Muttaqin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....