Kemenag dan Multipihak Resmikan PLTS Atap di Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang

  • 07 Okt 2026 13:45 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Tamiang — Kementerian Agama RI bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ meresmikan serta menyerahkan bantuan Program Wakaf Panel Surya untuk Masjid Nurul Iman, Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 6 Oktober 2026.

Bantuan berupa instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 7.320 Wp tersebut menjadi solusi energi bersih sekaligus upaya memperkuat ketahanan masjid di wilayah yang rawan dan terdampak bencana alam.

Kecamatan Bandar Pusaka merupakan salah satu kawasan pelosok Aceh Tamiang yang menghadapi ancaman bencana tahunan, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Kondisi tersebut kerap berdampak pada terputusnya jaringan listrik utama.

Dalam situasi bencana, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat evakuasi, posko pengungsian, hingga lokasi penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., mengatakan pemanfaatan energi surya melalui wakaf merupakan bentuk nyata penerapan ekoteologi dalam kehidupan masyarakat.

“Pemanfaatan energi surya melalui kolaborasi wakaf ini adalah bukti konkret bahwa ekoteologi adalah aksi nyata. Kementerian Agama terus berupaya mendorong lahirnya masjid-masjid ramah lingkungan yang mandiri energi, tangguh bencana, dan memberi kemaslahatan yang luas bagi masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS), terdapat 710.441 masjid dan musala yang terdaftar secara nasional. Kementerian Agama menargetkan 44 persen masjid dan 28 persen musala di antaranya dapat bertransformasi menjadi eco-masjid yang menerapkan prinsip ramah lingkungan secara berkelanjutan.

PLTS Atap yang terpasang di Masjid Nurul Iman diproyeksikan mampu menghasilkan energi mandiri hingga 532 kilowatt hour (kWh) per bulan. Sistem tersebut juga diperkirakan dapat memangkas biaya operasional listrik masjid hingga Rp768 ribu per bulan dan mengurangi emisi karbon sekitar 478 kilogram.

Program wakaf panel surya tersebut merupakan hasil sinergi Konsorsium NUUR+ yang terdiri dari Wakaf Al Azhar, MOSAIC, Enter Nusantara, dan Wakaf Salman.

Pendanaan program bersumber dari donasi karyawan Bank Indonesia. Sementara Enter Nusantara bertindak sebagai mitra pelaksana yang mengawal proses instalasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang, mengatakan wakaf panel surya yang dikelola secara produktif dapat mendukung kemandirian ekonomi umat sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dewan Pembina MOSAIC sekaligus Komisioner Badan Wakaf Indonesia, M. Ali Yusuf, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa potensi wakaf sangat luas dan dapat dikembangkan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pemanfaatan wakaf untuk energi bersih juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan manusia dengan alam atau hablum minal 'alam.

Untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan PLTS, masyarakat setempat juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai pemeliharaan harian sistem panel surya.

Pelatihan tersebut diberikan kepada pemuda dan warga lokal Kampung Babo agar mampu melakukan perawatan dasar dan ikut menjaga keberlangsungan sistem energi bersih yang telah dibangun.

Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, keberadaan listrik mandiri sangat membantu kebutuhan penerangan dan aktivitas ibadah di masjid, terutama ketika terjadi pemadaman listrik akibat bencana banjir.

Selain memastikan ketersediaan energi, efisiensi biaya listrik yang diperoleh setiap bulan nantinya akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan pemakmuran masjid serta pemberdayaan jamaah.

Setelah Aceh Tamiang, Konsorsium NUUR+ menargetkan perluasan pemanfaatan wakaf energi terbarukan ke sejumlah masjid di Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan energi bersih sekaligus mendorong masjid agar lebih mandiri, ramah lingkungan, dan tangguh menghadapi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....